150 Juta Rupiah untuk sebuah mobil LCGC; Gila!

Minggu lalu, saya mendapatkan price list mobil pabrikan Toyota sehabis pulang shalat Jumat. Betapa kagetnya saya melihat harga sebuah mobil LCGC yang menyentuh angka 150 juta rupiah. Wow. LCGC: Low Cost Green Car. Low Cost. Low. Cost. Harganya murah. Seratus lima puluh juta rupiah, murahkah angka segitu?

Melanggar Peraturan LCGC?

Menurut Kemenperin, sebuah mobil LCGC harganya maksimal 95 juta rupiah Off The Road; artinya, Continue Reading

Advertisements

Pesepeda juga harus taat aturan

Akhir-akhir ini, saya sering bersepeda setiap hari minggu. Kenapa cuma hari minggu aja bersepedanya? Sebetulnya saya senang sekali bersepeda, tapi kalau bersepeda di hari biasa, jalanannya macet luar biasa, banyak kendaraan bermotor yang otomatis menciptakan polusi asap knalpot, polusi suara, dan sebagainya. Alhasil, bersepeda menjadi tidak sehat dan tidak menyenangkan. Kalau hari minggu kan kebanyakan orang beristirahat di rumah masing-masing, jadi jalanan tidak macet. Lumayan, bisa menghirup udara bersih, segar dan merasakan suasana tenang di jalan.

Pada hari minggu, tidak sedikit juga lho yang bersepeda. Anak-anak, muda-mudi sampai tua-tua keladi, juga senang bersepeda di hari minggu. Mungkin alasannya sama seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya kemukakan dari pengalaman saya bersepeda setiap hari minggu.

Tidak Taat Aturan

Nah, ini yang paling penting. Sering saya lihat, para pesepeda menerobos lampu merah. Jangan mentang-mentang pakai sepeda lalu Anda bisa menerobos lampu merah, bos! Pesepeda juga pengguna jalan raya, jadi otomatis harus ikut peraturan di jalan raya, dong. Kalau lampu lalu lintas lagi berwarna merah, ya berhentilah. Kalau lampunya sudah berwarna hijau, baru kayuh lagi sepedanya. Ya sama halnya dengan waktu mengendarai sepeda motor atau mobil, lah.

Jangan lupa juga pakai helm sepeda yang baik dan benar.

Mengobrol di Jalan

Yang satu ini juga sering saya lihat, nih. Banyak juga pesepeda yang bersepeda bersama teman-temannya. Sayangnya, mereka senang mengobrol di jalan, sehingga mereka bersepeda sejajar satu sama lain. Yah kalau jalannya lebar dan sepi sih, saya rasa nggak apa-apa lah mereka begitu. Tapi kalau di jalan raya yang banyak penggunanya? Wah, bahaya tuh yang begitu. Mempersempit jatah jalan orang lain, malah bisa mencelakakan juga, loh.

Kalau memang pengen ngobrol sambil bersepeda, ya cari jalan yang sepi lah, jadi orang lain tidak terganggu. Atau kalau memang pengen ngobrol banget, ya berhenti dulu aja, hahaha…

Itu aja sih unek-unek yang ada di dalam pikiran saya.