Pemanfaatan e-KTP untuk berbagai macam transaksi

Saya membuka dompet saya, dan saya tersadar akan suatu hal: kok banyak sekali kartu di dompet saya?
KTP, SIM A, SIM C, Kartu Indonesia Sehat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Jaminan Hari Tua, NPWP…dan lain-lain.

Saya sempat bercanda sama teman-teman saya, bahwa sekarang ini adalah rezim kartu. Dompet saya tersiksa, dijejali berbagai macam kartu yang jarang dipakai.

Dulu, e-KTP digadang-gadang bisa mempermudah berbagai macam transaksi. Tapi kenyataannya, e-KTP tidak ada bedanya dengan KTP biasa. Mau perlu apa-apa juga tetap saja e-KTP itu harus di fotokopi. E-KTP itu payah!

Saya sempat terpikir, kenapa sih e-KTP itu tidak dimanfaatkan saja? Cobalah itu SIM A, SIM C, Kartu Indonesia Sehat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Jaminan Hari Tua, NPWP disatukan menjadi satu kartu. Satukan saja di e-KTP. Praktis, hanya satu kartu saja yang perlu saya bawa untuk berbagai macam keperluan. Dompet tidak akan tersiksa, dan saku tidak akan sesak ditempati dompet yang gemuk akibat kebanyakan kartu.

Ditambah lagi sekarang semakin banyak transaksi cashless. E-money semakin marak digunakan untuk transaksi tol dan berbelanja. Saya pikir e-KTP bisa dimanfaatkan juga untuk transaksi tersebut. Semakin praktis kan?

Dibalik semua kepraktisannya tentu saja metode seperti ini beresiko. Bayangkan jika e-KTP kita hilang. Semua data juga hilang dan akan membutuhkan banyak tenaga untuk mengembalikan data-data yang telah hilang. Tapi saya pikir, jika keuntungan yang didapat lebih baik daripada kerugiannya, kenapa tidak kita lakukan saja?

Nongkrong Santai di Cups

Masih libur lebaran, bosan makan ketupat, ingin mencari tempat makan yang ringan saja tapi suasananya cozy dan santai. Di mana ya?

Teman saya menyarankan datang ke Cups, letaknya di Jl. Trunojoyo, Bandung. Saya coba saja ke sana.

Baru masuk ke dalam dan duduk, saya langsung merasa betah. Tempatnya spacious, cozy, comfortable dan santai. Musik yang diputar di sini enak banget, cocok untuk santai. Ini tempat yang tepat untuk mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ketenangan, seperti belajar, mengerjakan tugas dan baca buku.

Suasana Cups. Cozy and spacious.

Pelayan datang ke meja saya, memberikan menu. Makanan dan minuman di sini jenisnya variatif, tapi didominasi menu western food. Tadinya saya ingin pesan menu utama, tapi karena saya dan teman saya ingin makanan yang ringan saja, jadilah kami pesan Truffle Fries. Saya dan teman saya memesan Truffle Fries, minumnya Virgin Piña colada dan Red Velvet Ice Latte.

Hal lain yang saya suka selain suasananya yang enak adalah pelayannya ramah banget! Membuat saya semakin betah di sini.

Makanan pun akhirnya datang!

Wadah truffle fries nya lucu deh, hahaha

Truffle friesnya enak. Kentangnya besar, bumbunya terasa. Piña coladanya terasa asam sedikit manis, segar deh. Red Velvet Ice Lattenya enak, manis, terasa rasa red velvetnya.

Hmm…saya jadi penasaran sama tempat ini, ingin ke sini lagi deh suatu hari nanti.

Sakit Hati

Ini perkara yang sangat berbahaya. Karena ini masalah hati.

Kalau hati sudah merasa tersakiti, ada dua kemungkinan: memaafkan atau dendam.

Kalau bisa memaafkan, selamat, Anda adalah orang yang hebat. Tapi bagaimana jika rasa sakit yang dialami begitu dalam, sampai rasanya sangat sulit untuk memaafkan?

Anggap lah kita mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang, lalu kita minta maaf kepada orang tersebut. Dia bilang dia memaafkan kita.

Pertanyaan saya: Yakinkah Anda bahwa dia sudah benar-benar memaafkan kita?

Terkadang, jika sakit hati yang dialami sangat hebat, walau kalimat ‘iya, saya maafkan‘ sudah terucap, hati kecil tetap tidak bisa memaafkan. Inilah yang berbahaya.

Semuanya bisa berubah total antara kita dan orang yang bersangkutan. Mulai dari omongan, gestur, sampai sikap. Dan yakinlah, tidak ada pihak yang diuntungkan jika hal ini sudah terjadi. Sama-sama merasa tidak enak. Jarak antara kita dan ybs akan menjauh. Hubungan kita tidak akan pernah kembali persis seperti semula, sekeras apapun usaha kita. Layaknya gelas yang sudah pecah, walau kita berusaha bentuk kembali pun, akan terlihat bekas pecahnya.

Pertanyaan saya sebelumnya tidak akan pernah ada yang tau jawabannya, kecuali dia dan Allah saja.

Words can hurt more than a fist can hurt a body.

Ya, luka di tubuh bisa disembuhkan, tapi luka di hati…tidak semuanya bisa disembuhkan, dan bisa saja dibawa sampai ke akhirat, untuk diminta pertanggungjawabannya kelak.

Jagalah lisan dan perbuatan kita, jangan sampai perbuatan kita menyakiti hati orang lain. Bertutur katalah yang baik dan lembut. Berbuat baik lah terhadap sesama. Segeralah minta maaf bila kita melakukan kesalahan.

Makna Ramadhan Sesungguhnya

Bulan Ramadhan telah kita lalui. Sekarang kita memasuki bulan Syawal. Tentu kita semua merasa sedih telah meninggalkan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Kita pasti merindukan bulan Ramadhan, dan akan terus berdoa agar kita diberi umur untuk dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di waktu yang akan datang.


Kira-kira begitulah tipikal ceramah atau khotbah shalat ied atau shalat jumat di berbagai tempat yang pernah saya kunjungi. Bulan Ramadhan itu memang bulan yang spesial. Semua orang tiba-tiba menjadi rajin beribadah, karena memang inilah bulan dimana semua amalan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Semua orang tiba-tiba menjadi dermawan, berbagi kepada sesama. Semua orang tiba-tiba menjadi santun, menjaga tutur kata dan perilakunya masing-masing. Tiga puluh hari lamanya kita, kaum muslim, berpuasa menahan lapar, haus dan hawa nafsu.

Namun, semua itu berubah setelah bulan Ramadhan selesai. Orang-orang kembali menjadi pribadinya yang seperti dulu sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ibadah mulai kendur; shalat berjamaah di masjid dan pengajian kembali sepi. Perilaku konsumtif dan menghambur-hamburkan uang kembali dilakukan. Perilaku kasar dan perkataan yang buruk kembali terucap.

Semua itu terulang kembali, padahal sebelumnya sudah melakukan puasa selama 30 hari. Lalu saya pun berpikir bahwa makna Ramadhan sesungguhnya bukanlah waktu di bulan Ramadhan-nya itu saja, tapi berlaku juga setelah bulan Ramadhan berakhir. Jika perilaku seseorang di bulan Ramadhan mengalami perubahan menjadi lebih baik, namun perilakunya kembali menjadi buruk setelah bulan Ramadhan selesai, maka apa artinya Ramadhan bagi orang tersebut? Apakah Ramadhan itu hanya sebagai momen untuk berlomba-lomba mencari pahala saja?

Jika iya, maka saya pikir orang tersebut tidak mendapatkan makna Ramadhan yang sesungguhnya. Bolehlah orang tersebut memanfaatkan bulan Ramadhan untuk beribadah semaksimal mungkin. ‘Memanen’ pahala sebanyak-banyaknya merupakan sesuatu yang baik. Tapi jika dia kembali perilaku yang lama seperti sebelum bulan Ramadhan, maka sia-sialah Ramadhan untuknya. Maksud saya, untuk apa dia ibadah sebanyak-banyaknya kalau perbuatan tetap tidak mengalami perubahan?

Menurut saya, Ramadhan yang bermakna bagi seseorang adalah berubahnya sikap seseorang akibat kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Kebiasaan mengaji, kebiasaan shalat berjamaah di masjid, kebiasaan bersedekah, dan kebiasaan menjaga perkataan tetap dilakukan setelah bulan Ramadhan usai. Itulah makna Ramadhan yang sesungguhnya; sebuah momen yang dimaksudkan untuk mengembalikan bagaimana kita melakukan amalan-amalan ke jalan yang seharusnya. Bayangkan jika semua orang melakukan hal tersebut, dunia ini akan menjadi tenteram, aman dan damai.

Kuliner: Mencicipi Sate Maranggi Cibungur Hj. Yetty

Kamis, 29 Juni 2017


Hari ini saya dan teman saya ingin jalan-jalan yang tidak biasa. “Kalau bisa sih yang agak jauh,” kata teman saya. Saya bingung, jalan-jalan ke mana ya?

Awalnya dia mengingatkan saya untuk mencoba kuliner di Dapur Pasta, lokasinya di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Kami pun meluncur ke sana. Ternyata…tokonya tutup! Masih suasana Idul Fitri sih ya, mungkin para pegawainya belum kembali ke Bandung, hehe.

Kami pun berpikir, apa yang bisa di-explore di Padalarang…tapi kami akhirnya pusing sendiri karena kami juga nggak tau mau mengunjungi apa di Padalarang, hahaha. Di saat yang sama, perut saya sudah minta diisi. Saya pun berpikir cepat dan tercetuslah ide untuk makan sate maranggi di Cibungur. Saya sendiri belum pernah ke sana, hanya pernah dengar ceritanya dan dibelikan saja. Lumayan jauh, tapi memang inginnya jalan-jalan yang agak jauh, jadi ya sudah, berangkat!

Perjalanan

Sebelum berangkat, Continue Reading

Menjadi Imam

Sumber: haznevi.net

Biasanya, imam shalat berjamaah di masjid dekat tempat saya tinggal adalah bapak saya. Kalau bapak saya berhalangan hadir, biasanya yang menggantikan adalah bapak-bapak lain, siapa saja, yang tingkat pengetahuan agamanya setingkat dengan bapak saya.

Namun, akhir-akhir ini, jika bapak saya berhalangan hadir ke masjid, justru sayalah yang ditunjuk menjadi imam shalat berjamaah.

Saya tau diri, saya ini bukan siapa-siapa dibanding bapak-bapak yang lain. Ilmu agama saya masih payah. Hafalan juga cuma tau beberapa surat saja, itupun hanya Juz Amma dan surat-surat yang pendek saja. Soal usia dan pengalaman dibandingkan dengan bapak-bapak yang lain, tentu mereka jauh lebih baik daripada saya. Oleh karena itulah, saya menolak secara halus ketika saya disuruh menjadi imam shalat berjamaah. Tapi bapak-bapak yang lain tetap saja menunjuk saya menjadi imam. Apa boleh buat, shalat harus dilaksanakan. Dengan berat hati saya menjadi imam.

Ketika saya berdiri sendiri di depan, di dekat mimbar, tiba-tiba saya merasakan beban yang sangat berat di pundak saya. Saya tau betul bagaimana beratnya menjadi imam. Semua gerakan shalat, semua bacaan surat baik dari makhraj-nya, tajwid-nya, haruslah sempurna. Pikiran saya harus fokus, tidak boleh berpikiran apa-apa selain mengingat Allah SWT. Lengah sedikit saja, saya bisa lupa rakaat ke-berapa yang sedang kami jalankan.

Jika saya melakukan kesalahan sedikit saja, maka tercorenglah kualitas shalat saya DAN jamaah di belakang saya. Itulah yang sangat berat. Seorang imam memikul beban tanggung jawab terhadap jamaahnya.

Orang yang lebih berhak menjadi imam

Menurut Hadist Shahih Sunan An-Nasa’i, orang yang diprioritaskan menjadi imam adalah:

  1. Orang yang paling pandai dan hafal membaca Al-Qur’an.
  2. Jika bacaan mereka sama, maka yang jadi imam adalah orang yang lebih dulu hijrah.
  3. Jika dalam hijrah mereka sama, maka yang jadi imam adalah orang yang paling mengetahui tentang Sunnah.
  4. Jika pengetahuan mereka tentang Sunnah sama, maka yang jadi imam adalah orang yang paling tua diantara mereka.
  5. Janganlah seseorang menjadi imam pada kekuasaan (orang lain) dan janganlah duduk di atas tempat kemuliaannya kecuali diizinkan.

Kembalikan ke kasus yang saya alami, dan posisi saya tidaklah berada di kelima poin di atas. Ada orang lain yang lebih berhak menjadi imam shalat. Mengimami 7 orang saja saya sudah merasa berat, apalagi 100 orang. Ya, saya ditunjuk menjadi imam shalat dzuhur sekaligus memberikan kultum di bulan ramadhan nanti di kantor tempat saya bekerja.

Saya tidak mengerti kenapa orang-orang memilih saya untuk menjadi imam. Padahal saya tidak mau, karena saya tau ada banyak orang yang lebih berhak daripada saya untuk menjadi imam.

Sungguh saya merasa berat dan takut untuk menjadi imam.

Tips menurunkan berat badan

Setelah satu tahun lebih mencoba-coba dan eksperimen ini itu, saya berhasil cara yang tepat untuk menurunkan berat badan. Saya berhasil menurunkan berat badan dari 88 kg menjadi 75 kg. Ada 3 poin penting yang saya temukan:

Atur kalori dan kurangi ngemil!

Ini sangat penting. Semua usaha yang kita lakukan akan sia-sia kalau kalori intake kita tidak diatur.

Perlu kita ketahui, setiap orang memiliki kebutuhan kalori masing-masing. Kalau kita mendapat asupan kalori melebihi kebutuhan, energi yang didapat berubah menjadi lemak. Cari tau kebutuhan kalorimu di sini. Website itu sangat bagus untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan dan untuk menurunkan berat badan.

Agar tidak tersiksa Continue Reading

150 Juta Rupiah untuk sebuah mobil LCGC; Gila!

Minggu lalu, saya mendapatkan price list mobil pabrikan Toyota sehabis pulang shalat Jumat. Betapa kagetnya saya melihat harga sebuah mobil LCGC yang menyentuh angka 150 juta rupiah. Wow. LCGC: Low Cost Green Car. Low Cost. Low. Cost. Harganya murah. Seratus lima puluh juta rupiah, murahkah angka segitu?

Melanggar Peraturan LCGC?

Menurut Kemenperin, sebuah mobil LCGC harganya maksimal 95 juta rupiah Off The Road; artinya, Continue Reading

Super short review: 2016 KTM Duke 250

Minggu, 5 Maret 2017

Hari ini, KTM mengadakan sebuah acara gathering berjudul KTM Orange Day 2017. Ini merupakan KTM Orange Day kedua yang diselenggarakan oleh KTM dan kali ini KTM mengadakan acaranya di Bandung, tepatnya di Sabuga ITB.

Pada KTM Orange Day kali ini, KTM menyelenggarakan acara yang menarik. Ada acara test ride, stunt rider, female DJ, photo competition, dan ada door prize menarik. Saya datang ke acara ini karena saya penasaran dengan motor KTM Duke series. Desain motornya benar-benar berani dan out of the box. Ditambah lagi dengan spesifikasi motor yang juga tak kalah menarik: high power (26 hp for Duke 200), low weight, suspensi depan Upside down, suspensi belakang WP, rem Bybre, ban super lebar, panel instrumen full digital, ditambah frame trellis dan warna orange yang menjadi ciri khas KTM…wah, Duke series sukses memikat hati saya. Sayang, harga motornya mahal, 34.8 juta rupiah (OTR Bandung).

Sebenarnya saya tertarik beli Duke 200, tapi saya juga pengen tau gimana sih rasanya naik Duke 200. Jangan sampai saya udah keluar uang banyak, eh malah nggak puas pakenya. Makanya saya sangat tertarik untuk mengikuti acara test ride di KTM Orange Day 2017 ini.

Datanglah saya ke Sabuga ITB pada hari minggu pagi. KTM memberikan kesempatan test ride untuk semua lineup motornya: KTM Duke 200 & 250, dan KTM RC 200 & 250. Langsung saja saya registrasi test ride…ternyata banyak juga yang berminat test ride. Bahkan ada rider wanita juga lho, hebat. Berhubung unit test ride Duke 200 cuma satu unit, saya jadinya memilih mencoba Duke 250 saja, supaya antrinya tidak lama. Sebenarnya setiap orang boleh-boleh saja mencoba semua unit motor, dan saya inginnya begitu, namun sayang waktunya tidak cukup.

Isi formulir test ride, kumpulkan ke panitia, lalu nunggu dipanggil. Setelah agak lama menunggu akibat kesemrawutan penyelenggaraan test ride, akhirnya giliran saya tiba juga. Test rider diwajibkan memakai safety gear yang disediakan panitia: helm full face, elbow protector dan knee protector. Setelah saya pakai semua gear, langsung saya coba unit test ride Duke 250 berwarna hitam.

Posisi duduk tegak, tidak menunduk. Joknya yang lebar dan suspensi monoshock yang cenderung soft membuat saya duduk secara nyaman. Sepertinya enak untuk perjalanan jauh. Tapi jok tebengan ukurannya kecil..entah nyaman atau nggak untuk perjalanan jauh. Putar konci kontak ke posisi on…kok speedometernya nggak nyala yah. Ternyata engine stopnya aktif, saya tekan ke posisi run, dan speedometer pun menyala. Hmm..tulisannya kecil-kecil..tapi buat saya sih jelas terlihat. Nyalakan mesin…bunyinya garang, tapi halus. Tidak ada getaran berarti di stang dan kaki. Halus banget.

Pindahkan ke gigi 1, langsung jalan! Baru berjalan sedikit, sudah harus menikung U-turn…tapi yang saya rasakan, membawa Duke 250 ini kok ringan sekali, saya tidak merasa seperti membawa motor 250cc. Oh iya, sebagai informasi, track test ride ini sangat pendek sekali. Track berbentuk elips dan cuma 60 meter doang.

Motor berbelok dengan stabil, berkat ban lebar. Keluar tikungan, saya langsung putar tuas gas…ternyata tenaga baru menyentak di RPM tengah. Baru jalan sedikit, harus menikung lagi…saatnya mencoba pengereman. Unit Duke 250 ini sudah dilengkapi ABS, tidak perlu khawatir ban akan terkunci. Sedangkan Duke 200 belum ABS. Pengereman menurut saya sudah baik, walau di awal acara, pihak KTM mewanti-wanti jangan kaget kalau rem ABS nanti akan terasa kurang pakem…tapi buat saya sih sudah pakem ah.

Pada lap berikutnya, saya coba shifting gear…wah halus sekali pindah giginya. Hampir tidak ada effort berarti pada saat pindah gigi. Beda sekali dengan motor-motor kopling yang pernah saya bawa sebelumnya. Saya sebenernya penasaran dengan top speed dan performa suspensi di jalan yang jelek, tapi berhubung track testnya kecil sekali, ya sudah saya cuma bisa test segitu aja.

Kelebihan:

  • Posisi duduk nyaman
  • Suspensi empuk
  • Gear shifting halus sekali
  • Minim getaran
  • Tarikan enteng
  • Desain motor gahar
  • Ringan
  • ABS

Kekurangan:

  • Speedometer kecil
  • Jok tebengan kecil
  • Mahal

Puas test ride, saya kembali ke stand, isi formulir testimoni test ride. Pulangnya dikasih snack, free lunch, dan undian door prize. Sayang saya nggak sempet mencoba Duke 200, RC 200 dan RC 250, karena saya harus pulang secepat mungkin (khawatir kehujanan, karena siang mulai gelap).

Andai uang bukan masalah buat saya, bakal saya beli di tempat itu Duke 250, hahaha.