150 Juta Rupiah untuk sebuah mobil LCGC; Gila!

Minggu lalu, saya mendapatkan price list mobil pabrikan Toyota sehabis pulang shalat Jumat. Betapa kagetnya saya melihat harga sebuah mobil LCGC yang menyentuh angka 150 juta rupiah. Wow. LCGC: Low Cost Green Car. Low Cost. Low. Cost. Harganya murah. Seratus lima puluh juta rupiah, murahkah angka segitu?

Melanggar Peraturan LCGC?

Menurut Kemenperin, sebuah mobil LCGC harganya maksimal 95 juta rupiah Off The Road; artinya, agar sebuah mobil bisa digunakan secara legal di jalan, seorang konsumen harus membayar biaya tambahan untuk administrasi dan pembayaran pajak. Jika hal itu sudah dilakukan, maka harga mobil Off The Road + harga administrasi + harga pajak menjadi harga On The Road. Nah, angka 150 juta rupiah yang disematkan pada Toyota Agya ini adalah harga On The Road.

Dari pengalaman saya melihat harga-harga kendaraan baik roda dua maupun roda empat, selisih harga Off The Road dan On The Road tidak terlalu signifikan; paling hanya 15% sampai dengan 30% harga Off The Road lah. (Maaf saya tidak memiliki bukti tentang hal tersebut, karena saya nggak sempat mendokumentasikan dan biasanya saya cuma mengamati saja, tidak sampai ambil foto.) Asumsikan harga sebuah LCGC termahal adalah 95 juta rupiah, maka dengan selisih harga 30% pun maksimal harga On The Roadnya adalah 123,5 juta rupiah. Tidak sampai 150 juta rupiah kan? Lah ini Toyota Agya bisa mencapai 150 juta bagaimana rincian perumusan harganya? Masa sih ngurus biaya administrasi dan pajak sampai 57% harga Off The Roadnya, kan nggak masuk akal.

Ada sesuatu nih. Jika pemerintah memang konsekuen menegakkan peraturannya, maka seharusnya pemerintah mengontrol harga LCGC dari para pabrikan LCGC, pastikan harga Off The Roadnya memang benar-benar maksimal 95 juta rupiah. Pastikan juga para pabrikan tidak memasukkan biaya tambahan yang aneh-aneh sehingga harga On The Roadnya masih dalam batas wajar/logis.

Tapi dengan melihat kenyataan ini, ada sebuah (mungkin juga lebih dari satu) pabrikan Jepang pembuat LCGC seakan-akan mem-Bypass sebuah peraturan dari pemerintah, membuat saya curiga; sepertinya ada permainan di antara pabrikan Jepang pembuat LCGC dengan pemerintah.

Layakkah LCGC disebut sebuah mobil?

Ini murni opini pribadi. Saya pernah naik mobil-mobil LCGC: Toyota Agya, Toyota Calya dan Datsun Go. Saya merasakan satu hal yang sama setelah menaiki ketiganya: tidak layak disebut sebuah mobil!

Plat bodi tipis, ban cungkring dan kecil, interior hina, body roll luar biasa, tenaga pas-pasan, safety minim…saya merasa khawatir naik LCGC; jika ada kecelakaan sedikit pun, selamatkah saya? Ditambah lagi dengan engine imut-imut begitu…kuatkah membawa penumpang muatan penuh dalam kondisi tanjakan? Bagaimana kalau harus ngerem di turunan, kuatkah? Dengan ban cungkring begitu, saya pikir kaki-kakinya lemah…saya malah tidak tega kalau LCGC dibebani muatan penuh. Tapi harus saya akui, LCGC itu memang irit.

Dengan segala kekurangannya itu, menurut saya LCGC tidak layak untuk dikatakan sebuah mobil. Apalagi jika harus ditebus dengan harga 150 juta rupiah. Lebih tidak layak lagi.

Saatnya membeli mobil bekas?

Harga yang luar biasa mahal tapi tidak dibarengi dengan apa yang didapat, itulah kondisi mobil di jaman sekarang menurut saya; terutama mobil-mobil di bagian entry level sampai mid-low level. Saya rasa lebih baik membeli mobil bekas saja.

Contoh: Dengan uang 150 juta rupiah, daripada saya beli Toyota Agya, lebih baik saya beli Ford Everest XLT TDCI keluaran tahun 2007. Ford Everest menang telak di hampir semua sektor:

  • Engine: 2.5Litre Common Rail Diesel, with Turbo and Inter cooler. 143 hp dan 330 Nm. (Agya 88 hp dan 108 Nm)
  • 7 seater
  • Build Quality
  • Feature
  • dan semuanya kecuali konsumsi BBM, Aftersale Service, dan umur.

Ford Everest XLT TDCI.

Tapi memang yang namanya membeli mobil bekas itu resikonya tinggi. Harus pintar dan jeli dalam memilih. Tapi kalau itu bisa dilakukan, saya bisa mendapatkan sebuah mobil yang sesuai dengan apa yang saya bayarkan; bahkan bisa lebih. Yah setidaknya jauh lebih mendingan daripada mobil anyar dengan harga yang sama.


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s