Super short review: 2016 KTM Duke 250

Minggu, 5 Maret 2017

Hari ini, KTM mengadakan sebuah acara gathering berjudul KTM Orange Day 2017. Ini merupakan KTM Orange Day kedua yang diselenggarakan oleh KTM dan kali ini KTM mengadakan acaranya di Bandung, tepatnya di Sabuga ITB.

Pada KTM Orange Day kali ini, KTM menyelenggarakan acara yang menarik. Ada acara test ride, stunt rider, female DJ, photo competition, dan ada door prize menarik. Saya datang ke acara ini karena saya penasaran dengan motor KTM Duke series. Desain motornya benar-benar berani dan out of the box. Ditambah lagi dengan spesifikasi motor yang juga tak kalah menarik: high power (26 hp for Duke 200), low weight, suspensi depan Upside down, suspensi belakang WP, rem Bybre, ban super lebar, panel instrumen full digital, ditambah frame trellis dan warna orange yang menjadi ciri khas KTM…wah, Duke series sukses memikat hati saya. Sayang, harga motornya mahal, 34.8 juta rupiah (OTR Bandung).

Sebenarnya saya tertarik beli Duke 200, tapi saya juga pengen tau gimana sih rasanya naik Duke 200. Jangan sampai saya udah keluar uang banyak, eh malah nggak puas pakenya. Makanya saya sangat tertarik untuk mengikuti acara test ride di KTM Orange Day 2017 ini.

Datanglah saya ke Sabuga ITB pada hari minggu pagi. KTM memberikan kesempatan test ride untuk semua lineup motornya: KTM Duke 200 & 250, dan KTM RC 200 & 250. Langsung saja saya registrasi test ride…ternyata banyak juga yang berminat test ride. Bahkan ada rider wanita juga lho, hebat. Berhubung unit test ride Duke 200 cuma satu unit, saya jadinya memilih mencoba Duke 250 saja, supaya antrinya tidak lama. Sebenarnya setiap orang boleh-boleh saja mencoba semua unit motor, dan saya inginnya begitu, namun sayang waktunya tidak cukup.

Isi formulir test ride, kumpulkan ke panitia, lalu nunggu dipanggil. Setelah agak lama menunggu akibat kesemrawutan penyelenggaraan test ride, akhirnya giliran saya tiba juga. Test rider diwajibkan memakai safety gear yang disediakan panitia: helm full face, elbow protector dan knee protector. Setelah saya pakai semua gear, langsung saya coba unit test ride Duke 250 berwarna hitam.

Posisi duduk tegak, tidak menunduk. Joknya yang lebar dan suspensi monoshock yang cenderung soft membuat saya duduk secara nyaman. Sepertinya enak untuk perjalanan jauh. Tapi jok tebengan ukurannya kecil..entah nyaman atau nggak untuk perjalanan jauh. Putar konci kontak ke posisi on…kok speedometernya nggak nyala yah. Ternyata engine stopnya aktif, saya tekan ke posisi run, dan speedometer pun menyala. Hmm..tulisannya kecil-kecil..tapi buat saya sih jelas terlihat. Nyalakan mesin…bunyinya garang, tapi halus. Tidak ada getaran berarti di stang dan kaki. Halus banget.

Pindahkan ke gigi 1, langsung jalan! Baru berjalan sedikit, sudah harus menikung U-turn…tapi yang saya rasakan, membawa Duke 250 ini kok ringan sekali, saya tidak merasa seperti membawa motor 250cc. Oh iya, sebagai informasi, track test ride ini sangat pendek sekali. Track berbentuk elips dan cuma 60 meter doang.

Motor berbelok dengan stabil, berkat ban lebar. Keluar tikungan, saya langsung putar tuas gas…ternyata tenaga baru menyentak di RPM tengah. Baru jalan sedikit, harus menikung lagi…saatnya mencoba pengereman. Unit Duke 250 ini sudah dilengkapi ABS, tidak perlu khawatir ban akan terkunci. Sedangkan Duke 200 belum ABS. Pengereman menurut saya sudah baik, walau di awal acara, pihak KTM mewanti-wanti jangan kaget kalau rem ABS nanti akan terasa kurang pakem…tapi buat saya sih sudah pakem ah.

Pada lap berikutnya, saya coba shifting gear…wah halus sekali pindah giginya. Hampir tidak ada effort berarti pada saat pindah gigi. Beda sekali dengan motor-motor kopling yang pernah saya bawa sebelumnya. Saya sebenernya penasaran dengan top speed dan performa suspensi di jalan yang jelek, tapi berhubung track testnya kecil sekali, ya sudah saya cuma bisa test segitu aja.

Kelebihan:

  • Posisi duduk nyaman
  • Suspensi empuk
  • Gear shifting halus sekali
  • Minim getaran
  • Tarikan enteng
  • Desain motor gahar
  • Ringan
  • ABS

Kekurangan:

  • Speedometer kecil
  • Jok tebengan kecil
  • Mahal

Puas test ride, saya kembali ke stand, isi formulir testimoni test ride. Pulangnya dikasih snack, free lunch, dan undian door prize. Sayang saya nggak sempet mencoba Duke 200, RC 200 dan RC 250, karena saya harus pulang secepat mungkin (khawatir kehujanan, karena siang mulai gelap).

Andai uang bukan masalah buat saya, bakal saya beli di tempat itu Duke 250, hahaha.

Review: Touring menggunakan Yamaha X-Ride 2016

Saya menggunakan Yamaha X-Ride untuk melakukan touring Bandung-Ciletuh-Bandung selama 2 hari sejauh 500 kilometer. Berikut beberapa poin yang saya ambil.

Si EXO (X-Ride Orange)

Si EXO (X-Ride Orange)

Underpowered

Ya, motor ini sangat underpowered! Saya mengalami kesulitan untuk menyalip kendaraan-kendaraan yang ada di depan saya. Untuk mencapai 60 km/jam saja rasanya lambat sekali. Hampir 80% perjalanan dari Bandung-Ciletuh-Bandung saya mainkan bukaan gas di atas 3/4, artinya saya selalu memuntir grip throttle mendekati maksimal…tapi tetap saja laju X-Ride seakan tertahan sesuatu. Bahkan saya kalah oleh Honda Revo di jalanan lurus maupun jalanan berkelok. Panas hati ini rasanya! Walau begitu, X-Ride ini mampu menanjak dengan baik, lho.

Konsumsi BBM: Boros

Selama touring, saya mengisi BBM 2.5 kali full tank. Kalau saya hitung, konsumsi BBM rata-rata yang saya dapatkan adalah 42 km per liter. Itu pun sudah saya gaspol terus-terusan. Sebagai perbandingan saja, konsumsi BBM yang beda tipis (40 km per liter) didapatkan oleh teman saya yang menggunakan Honda CBR 250R. Teman saya yang lain menggunakan Yamaha NMAX, konsumsi BBM nya juga beda tipis dengan saya (39 km per liter)…konsumsi BBM sebuah motor 115cc nyaris sama dengan motor 155cc bahkan 250cc..saya pikir X-Ride boros ya.

Boncengan empuk

Teman saya ingin mencoba motor saya, ya sudah saya kasih pinjam, saya dibonceng. Jalan yang dilalui batuan lepas besar-besar. Eh, ternyata empuk sekali bantingan untuk boncengers. Saya tidak merasa terguncang sama sekali, padahal jalannya jelek. Sebagai informasi saja, berat badan saya 77 kg, dan teman saya 70 kg. Cocok nih buat membonceng.

Ground clearance tinggi; hajar segala medan!

Ini yang paling nikmat. Di saat teman-teman menghajar jalan rusak secara perlahan, saya dengan pede nya menghajar jalan rusak tersebut dengan cepat. Ground clearance yang tinggi juga sangat membantu; saya tidak perlu khawatir deck motor saya mencium bebatuan atau aspal. Pokoknya hajar, bleh!

Riding position nyaman

Ini lebih nikmat lagi. Selama perjalanan 500 km, saya tidak mengalami pegal-pegal sedikit pun. Setang lebar dan cenderung tegak ke atas membuat posisi berkendara sangat nyaman rileks.


Andai saja Yamaha X-Ride ini memiliki mesin yang lebih bertenaga dan bagasi yang lebih luas, tentulah motor ini akan menjadi motor yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan saya.

Overall, X-Ride layak untuk dipakai touring santai…tapi untuk touring cepat rasanya akan susah mengimbangi motor lain.

Zoho: Email provider gratis selain Gmail dan Yahoo

Saya membutuhkan akun email baru khusus untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sering saya alami ketika saya ingin mencoba beberapa apps (semacam Grab, Traveloka, Instagram, dll.), saya harus mendaftar via email, dan saya tidak mau email pribadi saya tercampur oleh iklan, promo atau notifikasi tidak penting lainnya.

Di sisi lain, saya juga bosan dengan email provider gratisan yang mainstream semacam Gmail dan Yahoo…jadi saya cari email provider alternatif gratisan, siapa tau ada yang cocok. Teman saya pernah memberitahu saya bahwa ybs. memiliki email dengan domain zoho.com.

WTF is Zoho? Is that even legit?

Kata temen saya sih itu email legit, kok. Ya sudah saya coba daftar di Zoho.com. Ternyata banyak sekali jasa-jasa yang ditawarkan, sepertinya Zoho ini menyasar segmen business and entrepreneur. Tapi karena saya cuma butuh email gratisan doang, ya sudah untuk saat ini saya daftar jasa emailnya saja. Meluncur ke mail.zoho.com dan saya langsung tertawa. Kok bisa bikin email baru via akun Google 😀 Karena saya tidak mau ada koneksi sedikitpun ke akun Google saya, saya daftar via nomor telepon saja.

Akun sudah dibuat, tampilan minimalis dan bersih. Sudah berminggu-minggu pakai, email saya bebas dari spam dan iklan. Ada apps Zoho Mail juga di PlayStore, push notifications berfungsi dengan baik. Saya puas pakai Zoho Mail!

Tampilan Zoho Mail di PC.

Tampilan Zoho Mail di PC.

Intinya: Kalau ingin punya akun email gratisan yang anti-mainstream, Zoho Mail bisa jadi pilihan. Bersih, ringan, minimalis. Ada apps-nya juga!

Review: 2016 Yamaha X-Ride

Karena sesuatu dan lain hal, si putih Honda Vario 125 saya ‘hibahkan’ ke bapak saya dan sebagai penggantinya, saya memutuskan untuk meminang Yamaha X-Ride berwarna Titanium Gold. Langsung saja saya review luar dalam.

Desain

Lagi males foto, jadi seadanya aja :D

Lagi males foto, jadi seadanya aja 😀

First things first, masalah desain adalah masalah selera, jadi sudah pasti bersifat subjektif. Menurut saya, desain oke. Sebagian orang berpendapat bentuknya aneh, tapi bagi saya malah terkesan unik.

Saya tekan-tekan bagian body motor…terasa keras dan kaku, tidak ada bunyi apapun dan tidak ada plastik yang ‘mleot-mleot’ (halah, bahasa resminya apa yah, pokoknya tidak ada yang tertekan sampai bentuknya berubah gitu lah 😀 ). Bagus.

Desain speedometernya saya sangat suka! Bentuk membulat, background gelap, dengan tulisan angka yang bentuknya kaku berwarna oranye ditambah garis penunjuk berwarna putih. Simple, tegas dan enak dipandang.

Saya kurang suka sama bentuk behelnya, kenapa sih harus bergelombang begitu. Ditambah lagi desain velg khas matic Yamaha…entah sampai kapan Yamaha akan memakai desain yang sama, dari jaman Mio gen 1 sampai sekarang masih begitu-begitu aja bentuknya. Ban Continue Reading

No Picture Review: 2016 All New Honda Vario ESP CBS

All New Honda Vario 125 CBS menjadi pilihan pengganti RX-KING yang telah saya jual beberapa waktu yang lalu. Kali ini saya akan mereview skutik ini tapi mohon maaf tidak ada gambar motor saya, karena saya malas foto 😀 Langsung saja saya mulai dari sisi desain terlebih dahulu.

Males upload foto, nyomot dari website AHM aja deh :D

Males upload foto, nyomot dari website AHM aja deh 😀

Desain

Saya sangat suka dengan desain lampu depannya. Tajam.

Lanjut ke desain speedometer…desainnya..yaa begitu deh. Sebenarnya untuk desain speedometer, saya lebih prefer desain yang membulat karena…entah kenapa, saya tidak suka desain speedometer tajam-tajam seperti Vario 125 ESP ini. Di sisi lain, keterbacaan speedometer ini sudah baik, semua terlihat dengan jelas baik siang maupun malam.

Lihat ke sisi samping…bentuknya bagus dengan lekukan-lekukan manis. Lanjut ke bagian belakang, saya sebenernya nggak suka dengan desain stop lamp nya…tajam-tajam nggak jelas gitu lah. Rada tanggung sih bentuknya kalau menurut saya. Bentuk spatbor biasa saja, sedangkan desain pelindung knalpot lumayan bagus.

Saya tekan-tekan bodi di dekat dudukan plat nomor di depan…terdengar bunyi-bunyi mendecit, ‘kriet-kriet.’ Bunyi yang sama muncul ketika saya menekan plastik di bagian pegangan di dekat boncengan. Kecewa, motor baru sudah bunyi begini.

Overall, saya menilai desain All New Vario 125 dari depan sangat bagus, semakin ke belakang semakin biasa saja. Perlu diingat masalah desain adalah masalah selera, dimana setiap orang memiliki selera yang berbeda 😀

Ergonomi

Saya naiki All New Honda Vario 125 CBS ini…posisi duduk nyaman. Dengan tinggi badan 177 cm, alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menaiki motor ini 😀 😀 Posisi tangan lurus ke bawah tidak menekuk, berbeda dengan Vario generasi pertama dimana posisi setang agak ke atas dan siku tangan sedikit menekuk. Agak tanggung, namun kalau sudah terbiasa, nyaman juga. Grip gas oke, nyaman digenggam.

Jarak lutut ke dek masih tersisa cukup banyak. Jok tidak licin, jauh berbeda dengan jok Vario gen 1 yang bisa membuat saya ngesot, hehe..

Kenyamanan berkendara

Putar kunci kontak ke on, jarum berputar, indikator FI menyala ditambah bunyi ‘ngiiing’ khas fuel pump. Tekan tombol starter sambil tekan tuas rem, mesin pun menyala. Suara starter sangat halus, saya sangat suka. Bunyi mesin pada saat idle juga halus.

Langsung saja saya pelintir grip gas nya, motor pun melaju..suara mesin halus. Saya arahkan motor ke jalanan jelek…baik shock depan maupun belakang terasa sangat keras. Sangat jauh berbeda dengan Vario Techno 110, yang Continue Reading

Pengalaman Perjalanan Bandung – Jakarta Menggunakan Travel

Berhubung akhir-akhir ini saya sering ke Jakarta – Bandung memakai jasa Travel, saya mau sharing pengalaman saya memakai berbagai jenis Travel yang pernah saya pakai:

Cipaganti (MGO)

Salah satu jasa travel yang sering saya pakai. Mulai tanggal 3 Juni 2015, Cipaganti berubah nama jadi MGO. Pool di Bandung letaknya di BTC Pasteur dan MTC Buah Batu. Saya sih biasanya ke Jakarta tujuan Cempaka Putih kalo naik Cipaganti, poolnya di ITC Cempaka Mas. Poolnya sedikit tidak terawat. Mobil menggunakan Hyundai Starex, mobil diesel tapi suaranya senyap karena udah diesel commonrail, mantap. Suspensi juga empuk, jadi nyaman. Tempat duduk 7-seat sebelah supir, nyaman. Tapi kalau duduk di paling belakang, kaki saya masih nabrak kursi di depannya. Supirnya kadang-kadang suka nyetel musik seenaknya, tapi bawa mobilnya jago, jadi cepet sampai. Di dalam mobil ada air minum gelas, gratis. Keberangkatan seringkali tepat waktu. Biasanya berhenti di rest area km 72. Harga Rp 120.000.

+ Mobil nyaman, suspensi empuk, senyap banget

+ Cepat

– Pool sedikit tidak terawat

– Supir kadang-kadang suka nyetel musik seenaknya

Baraya

Inilah travel paling ekonomis. Keunggulan yang ditawarkan Baraya adalah harganya yang terjangkau; hanya Rp 85.000 saja. Bahkan sekarang lagi ada promo, Bandung – Jakarta pulang pergi cuma Rp 110.000 !! Sangat murah kan? Tapi…ada tapinya loh…

Kondisi pool payah, bahkan terkesan seadanya. Sedih lah pokoknya. Pool di Bandung letaknya di Surapati, sebelah pom bensin di belakang Masjid Pusdai. Kalau ke Jakarta, saya biasanya ke arah Kelapa Gading; pool Baraya letaknya di Hypermall, yang ada Hypermartnya, seberang Lotte Mart. Mobil menggunakan Isuzu Elf 10-seat+2-seat sebelah supir. Sempit coy, apalagi yang paling belakang, empat orang sebaris. Nah, kalau mau Bandung – Jakarta pp cuma Rp 110.000, harus duduk di paling belakang. Mobilnya berisik, maklum Isuzu Elf, masih diesel conventional. Supir ramah, tapi bawanya nyantai, jadi lama nyampenya. Gak dikasih minum, jadi bawa sendiri ya dari rumah kalau mau minum, hehe. Keberangkatan suka telat; pernah saya pesan keberangkatan jam 19.00 tapi berangkatnya jam 19.30. Rest area di km 52. Pernah kejadian ada penumpang tambahan, gara-gara kesalahan manajemen Baraya yang mengakibatkan penumpang salah jurusan…bahaya juga nih. Walaupun begitu, peminat travel Baraya tidak sedikit, lho.

+ Murah

– Pool tidak terawat

– Lambat

– Manajemen masih kacau

– Mobil tidak senyaman Cipaganti (MGO) & CitiTrans. Kabin sempit dan kurang senyap.

Citi Trans

Jawaranya travel mewah. Pool di Bandung letaknya di Dipati Ukur (sebelah pom bensin) dan Pasteur (sebelah pool cipaganti yang di luar BTC). Kalau ke Jakarta, saya biasanya ke Kelapa Gading, poolnya di ruko setelah Lotte Mart. Mobil menggunakan Toyota HiAce 8-seat. Sangat lega, mewah, nyaman, bersih dan senyap. Kaki bisa selonjoran dengan bebas, enak banget deh pokoknya. Supir ramah, selalu mengingatkan untuk menggunakan sabuk pengaman…wah peduli sama keselamatan pelanggannya nih. Bawa mobilnya juga cepat. Tiap penumpang dikasih air minum 600 ml, ada tulisan Citi Trans nya..mewah euy. Keberangkatan sangat tepat waktu. Rest area saya lupa di km berapa, hahaha…tapi berhentinya cuma sebentar, bagus nih jadinya cepet sampe tujuan. Ada rupa, ada harga; Rp 135.000. Mahal sih, tapi sebanding lah sama kualitasnya.

+ Manajemen sangat baik

+ Mobil sangat lega, mewah dan nyaman

+ Cepat

+ Kondisi pool terawat

+ Tepat waktu

– Mahal

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat 🙂

Setelah hampir 3 tahun mati…akhirnya hidup kembali!

UPDATE: Alamat Don’t Blame Your Ears sepertinya udah pindah ke BEC Extension Lantai 2 no. Y05. (Sumber: website dbe)

Tentunya bukan makhluk hidup yang saya maksud pada judul di atas, hehe…setelah hampir 3 tahun lamanya, headphone saya akhirnya berfungsi kembali!

Headphone ini saya pakai untuk memutar musik-musik favorit di music player Sony WALKMAN seri S616F. Sebenarnya, pake headphone biasa di walkman ini tuh udah oke banget. Dengan teknologi andalan CLEAR Bass, Clear Stereo, dan Dynamic Sound Enhancement Engine, bassnya kerasa banget, suaranya juga jernih. Menurut saya, kalau dibandingin dengan iPod Nano, yang dulu harganya gak beda jauh sama ini (kalau sekarang harga iPod Nano udah menggila haha), untuk urusan suara iPod Nano kalah agak jauh lah sama walkman. Kalau diibaratkan sepakbola, skornya walkman 4-1 iPod…hahaha. Tapi memang dasar manusia, udah dikasih enak tetep aja masih gak puas. Saya pengen denger yang lebih mantep lagi, kalau bisa sampai ada sensasi bergetar di telinga saya hahaha. Jadilah saya beli headphone mewah dengan harga rendah. Dapetnya ya ini, Sennheiser HD202.

Sennheiser HD 202 with Sony WALKMAN NWZ-S616F

Sennheiser HD 202 with Sony WALKMAN NWZ-S616F

Saya beli headphone ini tahun 2010. Saya masih inget belinya jaman saya masih SMA sebelum masuk kuliah di toko Sony, Ciwalk. Ditebus dengan harga 300ribu…sekarang mungkin udah 400 ribuan. Terakhir kali ke Ciwalk, tokonya udah gak ada, hahaha.

Setelah saya beli, langsung aja saya burn di komputer seharian. Keesokan harinya saya setel musik di walkman pake si HD202 ini dan ternyata…manTAFT banget coooyyy!! Untuk low frequency, di sinilah kemampuan paling mantep dari HD202…bassnya nendang banget. Ditambah CLEAR Bass dari walkman, suara bass makin nendang..sampai ada sensasi bergetar, hahaha. Tercapailah tujuan saya beli headphone ini. Selain itu, untuk high freq HD202 juga oke kok, detail-detail dari suara gitar dan alat musik lainnya terdengar dengan jelas. Untuk mid freq seperti suara vokal memang sedikit (dikit banget) tertutup oleh bass, namun hal tersebut bisa diatasi berkat si mungil Sony Walkman. Jadilah duet maut Sennheiser HD202 dan Sony Walkman S616F yang memanjakan telinga setiap kali saya mendengarnya, hehe.

Dua tahun setelah saya beli headphone itu, suatu hari si HD202 ini mengalami masalah. Suaranya cuma muncul sebelah. Saya bingung waktu itu, apakah headphone ini bisa dibenerin, kalau bisa, dimana? Mahal gak? (garansinya udah habis haha) Atau beli baru aja sekalian nyobain merk lain? Semua opsi itu gak bisa dilakukan karena memang saya lagi gak punya uang, dan kalaupun ada uang saya prioritaskan ke hal yang lain hahaha. Jadi ya udah saya pensiunkan aja si HD202, balikin lagi ke kotaknya terus saya simpen.

Alhamdulillah, berhubung kemarin saya punya rezeki dan juga saya kangen sensasi si HD202, saya lansung ingat untuk membangkitkan lagi si HD202. Saya pun teringat kata teman saya bahwa ada toko yang bisa mengurus service headphone, tempatnya di Be Mall…tapi teman saya gak tau nama tokonya apa (lawak maneh hahaha). Saya cari di google, dapet deh nama tokonya: Don’t Blame Your Ears. Langsung aja saya telepon si toko itu yang alamatnya di Be Mall…tapi gak tersambung terus. Terus saya coba chat si pemilik tokonya via YM (YM broooooo, udah 2015 masih ada yang bertahan pakai YM, salut gan). Katanya tempat servicenya pindah ke Jl. H. Akbar Gg. Wiriadmadja No. 1. Walah, dimana pula itu. Ternyata deket pabrik kue kartika sari, deket stasiun kereta api di Jl. Kebon Kawung.

Saya pun meluncur ke sana, untung gak sulit nyari tempatnya…dari stasiun kereta api, lurus terus sampai ada papan Kartika Sari, masuk ke Jl. H. Akbar, jalan terus sampai harum kue (hmm…dari baunya aja udah kebayang kuenya nikmat, sluurph) nya hilang, terus belok kiri masuk gang Wiriadmadja, lurus terus sampai rumah kedua terakhir sebelum jalan mentok. Sebelum ke sana, gambaran awal saya tuh tempat servicenya seperti toko gitu, eh taunya rumah biasa, tulisan Don’t Blame Your Ears nya juga cuma di secarik kertas yang ditempel di jendela…jadi ragu nih, pelayanannya bagus atau nggak yah. Saya coba aja deh, udah capek juga papanasan jauh-jauh dari rumah.

Masuk ke ‘toko’…sederhana banget, cuma ada satu meja dan dua kursi. Tapi di sebelahnya, ada sekumpulan headphone mewah sekelas Audio-Technica, Grado, AKG, SHURE, Sennheiser, dll….beuh, ngiler saya liatnya, mantep-mantep euy. Minta satu dong kang, hehehe. Saya tanya kenapa kok gak di Be Mall lagi, katanya: Be Mall nya udah tutup, nanti mau pindah ke BEC. Pantesan ditelpon gak nyambung-nyambung…saya baru tau Be Mall udah tutup, hahaha.

Saya serahkan si HD202 ini ke si akang dbE. Katanya sih kemungkinan penyebabnya ada 3: Kabel, driver, atau jack. Kalau kabelnya bermasalah, nanti kabelnya dibenerin dan jadinya panjang sebelah. Saya sih oke-oke aja kabel panjang sebelah, daripada headphonenya gak bisa dipake hahaha. Dua hari kemudian, saya ditelpon sama dbE, katanya headphone saya udah sembuh dan biayanya 70 ribu. Katanya sih kabelnya ada yang mengelupas, seperti digigit tikus…wah ini sih pasti digigit semut merah, entah kenapa headphone ini disukai semut merah, sampai busanya bolong-bolong nih.

Akhirnya…duet maut is back! Si hitam Sennheiser HD202 + si putih Sony WALKMAN NWZ-S616F. Tinggal download musik-musik yang tipe filenya FLAC nih biar lebih mantep lagi, tapi karena internet di rumah payah, jadi males downloadnya hahaha.

Overall, service di dbE oke. Orangnya ramah dan responnya cepat. Recommended nih buat teman-teman yang mau service headphone di sini. Thanks dbE!

Enaknya Energen..

Siapa sih yang gak tau Energen? Produk susu dan sereal yang satu ini sudah lama berkecimpung di dunia persusuan Indonesia. Bisa dibilang sudah melegenda lah.

Energen rasa Vanila. Kesukaan saya nih!

Energen rasa Vanila. Kesukaan saya nih!

Susunya yang manis dengan aneka rasa ditambah sereal gurih membuat kamu lebih bertenaga dalam mengawali hari untuk menghadapi aktivitas-aktivitas yang menguras tenaga! (duh, jadi iklan deh)

Pertama kali saya mencoba Energen itu waktu saya masih SD dulu. Biasanya saya minum susu Dancow, tapi pada suatu hari ibu saya membawakan suatu terobosan baru yaitu Energen! Waktu mau minum Energen…kok banyak butir-butir yang mengapung yah, apaan sih ini…saya cobain, eh ketagihan deh.

Pernah pada suatu saat, saya pengen banget minum Energen, tapi sayangnya saya masih di sekolah. Karena jaman saya SD itu lagi ngehits banget makan makanan-yang-seharusnya-diproses-dulu secara mentah-mentah, (makan Indomie (enak loh, kriuk-kriuk gurih semacam Anak Mas), mi Selera Rakyat (mie goreng Rp500, rasanya kriuk-kriuk gurih manis rada lengket gara-gara kecap. Ini porsinya paling pas, gak kebanyakan kayak Indomie, cocok buat makanan ringan) akhirnya saya cobain juga makan Energen mentah-mentah. Ternyata…enak banget cuy! Rasanya manis dan gurih, karena ada sereal kriuk-kriuk lezat. Saya udah coba berbagai rasa, tapi kalau mau makan mentah-mentah, paling enak rasa Vanilla.

Seiring berkembangnya jaman, Energen pun mengeluarkan terobosan baru, yaitu Energen Oat Milk. Wow, Energen ditambah Oat. Yang saya tau, ada dua rasa Energen Oat Milk yaitu rasa pisang dan mixberry. Saya udah nyobain yang rasa pisang, rasanya enak. Dimakan mentah juga pernah, enak juga, tapi rasa pisangnya kuat banget kalo dimakan mentah, hahaha. Kalau yang mixberry belum saya coba hehe.

Entah kenapa saya nulis tentang Energen..mungkin gara-gara saya lagi ninyuh Energen hahaha.

Energen Vanila sedaap~

Energen Vanila sedaap~

Menggunakan Whatsapp di Komputer (PC)

EDIT: Sekarang sudah ada WhatsApp Web. Tapi cuma bisa pake Google Chrome. Berhubung saya gak pake Chrome, jadi belum nyobain (males juga install Chrome nya). Nanti kalo udah ada versi buat FireFox, akan saya coba.

Buat kamu-kamu yang cuma pake whatsapp seperlunya, pengen pake whatsapp tapi gak mau pake smartphone, atau buat cadangan kalo hpnya ilang, nih saya kasih tau cara nginstall Whatsapp di PC.

Ada beberapa hal yang harus dimiliki, diantaranya adalah:

1. Emulator Android. (download di sini)

2. HP apapun (asal bisa nerima SMS dan telp) dan nomor hp aktif (akun Whatsapp).

3. Contact list (bisa export dari HP Android atau bisa dari backup di GMail, tapi lebih diutamakan export dari Android).

4. Dropbox dan akunnya.

Hal pertama yang kita butuhkan adalah emulator android. Apa itu emulator android? Emulator itu semacam duplikat dari suatu perangkat. Emulator Android berarti suatu program yang menyerupai android. Emulator ini akan diinstall di PC, jadi nantinya kamu punya ‘HP android’ di PC. Emulator yang saya gunakan di sini adalah Bluestacks. Silakan download dulu emulatornya, lumayan gede loh filenya.

Setelah berhasil install Bluestacks, sekarang kamu udah punya ‘HP Android’ di PC. Langkah selanjutnya adalah install Whatsappnya di Bluestacks. Caranya sama seperti saat memakai Android, search Whatsapp di play store, lalu install.  Setelah itu akan ada verifikasi akun. Masukin nomor hp kamu, nanti Whatsapp bakal SMS kodenya ke hp kamu. Nah, bedanya dengan di hp kita harus nungguin sampai timernya abis (karena android yang dipake hanyalah emulator, bukan android beneran :)) ). Masukin kode yang di-SMS oleh pihak Whatsapp. Kalau salah masukin kode, tenang aja, nanti Whatsappnya bakal nelepon ke hp kamu, pulsa gak bakal kesedot kok. (pengalaman pribadi 😀 )

Nah, Whatsapp-nya mirip dengan di HP Android kan? Tapi masih belum ada friendlistnya nih. Sekarang kita harus import contact list teman-teman kita. Cara yang saya pake adalah menggunakan Dropbox. Di HP Android yang sebenarnya, export semua kontak menjadi satu file, lalu kirim ke Dropbox. Setelah itu, di emulator kita download kontak tersebut kemudian import kontaknya.

Cara lain buat import contact list adalah menggunakan fitur backup contact dari GMail. Cara yang pastinya saya gak tau (belum pernah nyobain, soalnya saya dulu pake Bluestacks versi lama), tapi di Bluestacks yang terbaru ada fitur SYNC account, jadi mungkin bisa digunakan fitur SYNC tersebut.

Selesai deh, sekarang kamu bisa Whatsapp-an di PC!

WA bluestacks

Back to Basic: Nokia 103

Pada saat orang lain berlomba-lomba memakai smartphone dengan spesifikasi canggih layaknya komputer, maka saya tidak. Liat smartphone-smartphone sekarang, spesifikasinya udah gak masuk akal bagi saya. Sebenarnya buat apa sih beli telepon supercanggih? Paling juga cuma dipake main games sama chatting. Tapi giliran nelpon, nggak bisa, karena pulsanya abis cuma buat paket internet. Konyol, hp pinter tapi pulsa kosong. Belum lagi baterainya yang cepet abis. Kemana-mana bawa power bank. Entah kenapa, merasa konyol aja liat orang bawa-bawa power bank. Setidaknya itu lah yang ada di pikiran saya. Gak tau lah kalo pikiran orang lain kayak gimana. No offense, bro :p

Saya kangen sama handphone jadul, tapi pengen yang keluaran baru. Pokoknya saya pengen hp buatan Nokia yang layarnya monokrom, keypadnya empuk dan gak menyatu. Kenapa Nokia berlayar monokrom? Karena tampilannya klasik, responnya cepat dan pastinya awet baterai. Pilihan jatuh pada Nokia 103; bisa dibilang ini hp berlayar monokrom keluaran terakhir dari Nokia, karena seri berikutnya yaitu Nokia 105 menjadi awal dari berakhirnya hp monokrom buatan Nokia. Ternyata, Nokia 103 ini banyak yang nyari juga loh. Alhamdulillah, hari ini Nokia 103 berhasil didapat dengan susah payah.

Nokia 103. Very classic look!

Memburu handphone ini memang menguras tenaga. Berkeliling di dalam BEC, mulai dari lantai paling bawah sampai lantai atas, gak nemu-nemu juga nih handphone. Pergi ke dukomsel dago, ternyata gak ada juga. Cari di kaskus, ada yang bagus tapi udah terjual. Ada lagi sih yang lain, tapi kondisinya udah gak bagus lagi, banyak lecet-lecetnya, pokoknya gak enak dipandang deh. Ketika asa ini sudah mulai pupus, saya teringat salah satu tempat jual hp lainnya, yaitu di cicadas. Saya pun memutuskan untuk mencoba cari ke sana, itung-itung sekalian pulang, udah capek keliling sana-sini hehehe. Ternyata di sana ada yang jual, tinggal satu lagi, dan untungnya, kondisinya masih mulus banget coy! Handphone, headset dan charger semua berada dalam kondisi bagus, cuma sedikit kotor aja, kalau di-angka-kan, kondisinya sekitar 92% lah. Ternyata harganya lumayan mahal untuk ukuran handphone bekas dengan teknologi jadul ini; Rp225.000 harus saya keluarkan untuk meminang si klasik ini. Udah nyoba tawar-tawar, tapi si mang hp-nya tidak bergeming euy, keukeuh banget dia hahaha. Mengingat hp ini banyak yang nyari, yah apa boleh buat saya bayar aja 225rb.

Saya pun segera pulang, coba nyalain hp ini…ada logo NOKIA, jabat tangan khas nokia beserta jingle khasnya..klasik banget! Setelah itu, pindahin kontak-kontak yang ada di hp lama ke hp ini. Berhubung hp ini cuma punya internal memory, mindahin kontaknya jadi susah karena kontak-kontak gak bisa diekspor lewat memory card. Satu-satunya cara ya cuma pindahin lewat SIM Card. Tapi SIM Card cuma kuat nampung 200 nomor…terpaksa bongkar pasang hp lama dan hp ‘baru’ cuma buat mindahin kontak. Setelah selesai, saya setting hpnya biar sesuai dengan keinginan. Mencet-mencet keypadnya itu loh, enak banget, empuk-empuk gimana gitu yaa :D. Pokoknya keakuratan dalam typing meningkat jauh lah, beda banget sama touchscreen, suka salah dan bikin kesel.

Nokia 103 memang simple banget. No bluetooth, no internet, no usb, pokoknya seperti hp jadul aja. Warna body nya pun cuma ada satu macam (blue/orange). Fitur hiburan di hp ini cuma ada dua: Radio FM dan Games. Aing coba radionya, suaranya jernih juga. Bisa langsung masukin frekuensi yang diinginkan pula. Mantap nih, sesuai kebutuhan. Gamesnya cuma ada 3: Bounce, Rapid Roll, dan Snake Xenzia. Coba maenin Snake…wah jadi inget jaman dulu maen snake sampe berjam-jam hahaha.

Fitur lain yang cukup canggih adalah adanya jam bersuara. Kalau kita nyalakan fiturnya, maka akan ada suara robot yang akan memberitahu kita jam berapa sekarang. Cakeeep. Fitur lainnya paling cuma lampu senter doang. Ternyata senternya terang loh. Lumayan lah buat di tempat gelap. Ini spesifikasi lengkap Nokia 103.

Senter Nokia 103. Lumayan 😀

Secara keseluruhan, hp ini sesuai banget dengan kebutuhan saya. Simple, ringan, ringkas, dan yang terpenting…ada keypad dan no touchscreen! (aing benci touchscreen!!)

2011-01-01 07.14.592011-01-01 07.15.112011-01-01 07.15.22

2011-01-01 07.14.522011-01-01 07.14.392011-01-01 07.14.45