Sampai jumpa, Madiun!

Setelah mengikuti program magang kerja di PT. INKA, Madiun, selama 6 bulan lebih, akhirnya hari Jumat kemarin program magang yang saya jalani selesai sudah. Hari ini, tepatnya malam ini, saya kembali ke Bandung.

Saya senang sekali dan merasa betah di Madiun, walaupun panasnya terkadang membuat saya tidak tahan :)) Tapi suasana kota Madiun yang sederhana membuat saya nyaman untuk tinggal di sini. Ditambah lagi teman-teman di PT. INKA, khususnya divisi LitBang, yang begitu ramah dan baik sama saya, terima kasih semuanya. (Tetap semangat ya teman-teman di INKA, saya yakin bila teman-teman tetap bekerja keras, INKA akan bangkit menjadi perusahaan yang lebih hebat lagi.)

Saya merasa berat untuk meninggalkan Madiun, padahal sih udah sering bolak-balik Madiun-Bandung…tapi kali ini berbeda, karena saya tahu, saya gak bakal balik lagi ke Madiun dalam waktu dekat ini.

Thanks for everything, and goodbye…for now.

disensor sedikit ah, malu :)

disensor sedikit ah, malu 🙂

Menggunakan Whatsapp di Komputer (PC)

EDIT: Sekarang sudah ada WhatsApp Web. Tapi cuma bisa pake Google Chrome. Berhubung saya gak pake Chrome, jadi belum nyobain (males juga install Chrome nya). Nanti kalo udah ada versi buat FireFox, akan saya coba.

Buat kamu-kamu yang cuma pake whatsapp seperlunya, pengen pake whatsapp tapi gak mau pake smartphone, atau buat cadangan kalo hpnya ilang, nih saya kasih tau cara nginstall Whatsapp di PC.

Ada beberapa hal yang harus dimiliki, diantaranya adalah:

1. Emulator Android. (download di sini)

2. HP apapun (asal bisa nerima SMS dan telp) dan nomor hp aktif (akun Whatsapp).

3. Contact list (bisa export dari HP Android atau bisa dari backup di GMail, tapi lebih diutamakan export dari Android).

4. Dropbox dan akunnya.

Hal pertama yang kita butuhkan adalah emulator android. Apa itu emulator android? Emulator itu semacam duplikat dari suatu perangkat. Emulator Android berarti suatu program yang menyerupai android. Emulator ini akan diinstall di PC, jadi nantinya kamu punya ‘HP android’ di PC. Emulator yang saya gunakan di sini adalah Bluestacks. Silakan download dulu emulatornya, lumayan gede loh filenya.

Setelah berhasil install Bluestacks, sekarang kamu udah punya ‘HP Android’ di PC. Langkah selanjutnya adalah install Whatsappnya di Bluestacks. Caranya sama seperti saat memakai Android, search Whatsapp di play store, lalu install.  Setelah itu akan ada verifikasi akun. Masukin nomor hp kamu, nanti Whatsapp bakal SMS kodenya ke hp kamu. Nah, bedanya dengan di hp kita harus nungguin sampai timernya abis (karena android yang dipake hanyalah emulator, bukan android beneran :)) ). Masukin kode yang di-SMS oleh pihak Whatsapp. Kalau salah masukin kode, tenang aja, nanti Whatsappnya bakal nelepon ke hp kamu, pulsa gak bakal kesedot kok. (pengalaman pribadi 😀 )

Nah, Whatsapp-nya mirip dengan di HP Android kan? Tapi masih belum ada friendlistnya nih. Sekarang kita harus import contact list teman-teman kita. Cara yang saya pake adalah menggunakan Dropbox. Di HP Android yang sebenarnya, export semua kontak menjadi satu file, lalu kirim ke Dropbox. Setelah itu, di emulator kita download kontak tersebut kemudian import kontaknya.

Cara lain buat import contact list adalah menggunakan fitur backup contact dari GMail. Cara yang pastinya saya gak tau (belum pernah nyobain, soalnya saya dulu pake Bluestacks versi lama), tapi di Bluestacks yang terbaru ada fitur SYNC account, jadi mungkin bisa digunakan fitur SYNC tersebut.

Selesai deh, sekarang kamu bisa Whatsapp-an di PC!

WA bluestacks

OPOC Engine: Mesin 2-tak Masa Depan?

Mesin 2-tak menjadi pilihan bagi sebagian orang yang menginginkan mesin yang ringkas, ringan dan komponennya tidak banyak namun memiliki tenaga yang besar. Para pecinta sepeda motor khususnya para speed freak, rata-rata lebih suka memakai motor 2-tak karena tarikannya (akselerasinya) mantap dan lebih cepat mencapai top speed. Kenapa ya?

Hal ini dikarenakan mesin 2-tak hanya membutuhkan dua kali gerakan piston untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran, makanya disebut motor 2 langkah (2-tak, two-stroke). Mesin 4-tak membutuhkan empat kali gerakan piston untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran, sehingga pada saat mesin 4-tak baru setengah perjalanan, mesin 2-tak sudah selesai pembakarannya. Selain itu perawatannya pun lebih mudah karena konstruksi mesin 2-tak membutuhkan komponen yang lebih sedikit daripada mesin 4-tak. Itulah mengapa para jambret dan pembalap liar lebih senang menggunakan motor 2-tak seperti Yamaha RX-King dan Kawasaki Ninja; larinya cepat dan rawatnya mudah..hehehe.

Kawasaki Ninja 150 RR. Bermesin 2-tak. Favorit para speed freak.
Sumber: http://www.hdwallpapersinn.com/kawasaki-ninja-150.html

Dibalik semua keunggulannya itu, mesin 2-tak memiliki kerugian yang sangat besar. Mesin 2-tak ternyata boros bahan bakar. Walaupun pembakaran mesin 2-tak lebih cepat daripada mesin 4-tak, ternyata banyak bahan bakar yang tidak terbakar sempurna. Hal itu juga mempengaruhi emisi gas buang mesin 2-tak. Mesin 2-tak lebih banyak menghasilkan polusi daripada mesin 4-tak. Di sisi lain, akhir-akhir ini pemerintah sedang berusaha keras untuk menekan emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satu caranya adalah dengan menerapkan standar emisi EURO 3 yang akan diberlakukan mulai tahun 2014. Bila aturan EURO 3 mulai berlaku, maka hanya kendaraan-kendaraan ramah lingkungan saja yang dapat beroperasi di jalanan. Dengan demikian, motor 2-tak bisa dibilang akan segera punah. Sungguh suatu kabar yang mengecewakan bagi para pecinta mesin 2-tak.

Peter Hofbauer, seorang engineer asal Jerman, memiliki ide untuk menggunakan konsep mesin baru ketika dia sedang bekerja di perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen. Beliau mengajukan konsep mesin Opposed-Piston Opposed-Cylinder (OPOC), sebuah konsep mesin yang sebenarnya sudah pernah dibuat pada tahun 1900 oleh Gobron-Brillié (perusahaan asal Prancis) namun tidak mendapat banyak perhatian ketika itu. Lalu apa bedanya OPOC Engine dengan Engine biasa yang sering kita lihat sehari-hari?

Continue Reading

‘Bad Sector’

Beberapa hari yang lalu, komputer saya mengalami keanehan. Startup menjadi sangat lama, komputer sering ‘not responding’, gerakan mouse terputus-putus, denger musik jadi terputus-putus, buka task manager aja harus nunggu 5 menit. Kalau lihat di task manager, tidak ada proses yang bebannya berat, lihat di CPU Usage pun grafiknya normal. Tapi, lampu indikator ‘busy’ nyala terus. Wah, ada apa ini?

Continue Reading