Tips menurunkan berat badan

Setelah satu tahun lebih mencoba-coba dan eksperimen ini itu, saya berhasil cara yang tepat untuk menurunkan berat badan. Saya berhasil menurunkan berat badan dari 88 kg menjadi 75 kg. Ada 3 poin penting yang saya temukan:

Atur kalori dan kurangi ngemil!

Ini sangat penting. Semua usaha yang kita lakukan akan sia-sia kalau kalori intake kita tidak diatur.

Perlu kita ketahui, setiap orang memiliki kebutuhan kalori masing-masing. Kalau kita mendapat asupan kalori melebihi kebutuhan, energi yang didapat berubah menjadi lemak. Cari tau kebutuhan kalorimu di sini. Website itu sangat bagus untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan dan untuk menurunkan berat badan.

Agar tidak tersiksa Continue Reading

Advertisements

Tikusruk

Lanjutan dari post sebelumnya

Perjalanan pulang: Jalan setan

Saya dan teman saya pun bergegas pulang. Cuaca cerah, tapi hujan. Kekhawatiran ketika datang ke tempat ini satu per satu menjadi kenyataan: tanjakan super terjal dengan jalan penuh bebatuan berukuran besar dan tidak beraturan harus dilalui dalam keadaan licin akibat diguyur hujan. Saya pikir hujannya tidak akan lama, karena memang cuacanya cerah. ‘Ah ini sih error hujannya, paling juga cuma sebentar.’ Saya putuskan untuk tidak memakai jas hujan (jas hujannya berat coy, bahannya dari karet). Saya pun membaca doa sebagaimana biasa saya setiap memulai perjalanan. Bismillahirrahmanirrahiim.

Baru satu menit berjalan, perjalanan kami terhenti. Ada sebuah mobil minibus yang berhenti tiba-tiba, sedang kesusahan menanjak. Hujan pun semakin deras, langit juga tiba-tiba menjadi gelap. Sambil menunggu mobil yang kesusahan, akhirnya saya putuskan untuk memakai jas hujan. Mobil pun berderu kencang sambil menanjak, dengan ban belakang yang sesekali berputar di tempat alias slip. Ajaibnya, mobil yang bermuatan 4 orang itu berhasil melewati tanjakan gila itu. Kami pun merasa takjub. ‘Edan,’ gumam kami berdua.

Tibalah saatnya kami merasakan apa yang mobil tersebut rasakan. Tanjakan pertama berhasil saya lalui. Tanjakan berikutnya lebih gila dari yang sebelumnya, karena tanjakannya lebih panjang dan sedikit lebih terjal. Saya ngawahan (mengumpulkan tenaga) motor saya dulu, dengan menambahkan kecepatan. Namun medan jalan yang licin, membuat gerakan motor sedikit tidak terkontrol. Saya pun kaget, alhasil motor sedikit melambat. ‘Wah, kalo kecepatannya cuma segini sih gak bakal kuat nanjak. Tapi tanggung udah keburu nanjak,’ gumam saya.

Saya buka tuas gas motor saya lebih dalam lagi, tapi tidak terlalu dalam, karena kalau terlalu dalam tenaga malah hilang. Sedikit demi sedikit motor saya mulai menanjak. Sampai pada suatu saat, motor sudah kehabisan tenaga dan tidak bisa nanjak lagi sampai mesinnya mati. Saya berusaha menahan motor saya dengan menekan tuas rem sekencang-kencangnya. Namun, tanjakan yang terjal dan jalanan yang licin membuat motor bergerak ke belakang dengan mudahnya. Motor sudah tidak bisa saya kuasai lagi, sedangkan di pinggir saya adalah jurang. Tanpa pikir panjang, saya jatuhkan saja badan saya ke kiri.

BRAK!! Saya terjatuh tertimpa motor. Kepala saya membentur batu, tapi beruntung saya memakai helm berstandar DOT, alhamdulillah kepala saya tidak mengalami luka apa-apa. Siku tangan kiri membentur jalan terlebih dahulu. Pergelangan tangan kiri saya masih memegang stang motor, namun saat saya lihat memerah dan terasa nyeri yang sangat. Setelah bangun, memang terlihat pergelangan tangan kiri tidak lurus. Sama kasusnya seperti waktu saya kecelakaan beberapa tahun yang lalu.

Fickry, teman saya, pun membantu saya untuk mendirikan motor saya yang jatuh. Motor sudah tidak mungkin menanjak. Saya minta tolong ke Fickry untuk bantu dorong motor saya. Dengan susah payah, akhirnya kami berhasil. (Nuhun pisan Fick, maneh penyelamat hidup urang) Lihat kondisi motor, stang kiri bengkok, karet step kiri sobek dan sedikit bengkok juga, lampu sein belakang potong, tuas kopling juga bengkok. Setelah istirahat sejenak, saya coba start motor. Namun tak kunjung nyala. Mungkin karburatornya banjir. Tutup aliran bensin, lalu selah berkali-kali. Akhirnya motor menyala lagi. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang.

Beruntung, setelah tanjakan maut tadi, tidak ada tanjakan edan lagi. Semua berhasil dilalui dengan baik. Kami berhenti di warung untuk membeli plester untuk menutupi luka. Takut infeksi, maklum tempatnya kotor. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang lagi.

Perjalanan pulang: Jalan mulus

Perut terasa sangat lapar, belum shalat ashar dan dzuhur juga (waktu itu sudah menunjukkan pukul 4 sore). Kami makan dulu sejenak di warung nasi padang dan shalat di mushala pom bensin, sekalian isi bensin juga. Cuaca di sini malah terang dan tidak hujan. Setelah shalat dan mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan.

Masuk ke kota Garut, teman saya ingin beli oleh-oleh dulu, yaitu Chocodot, coklat isi dodol. Sebenernya saya udah sering lewat Garut dan saya udah lama penasaran sama rasa Chocodot, jadi saya putuskan beli. Chocodot banyak jenisnya. Pusing karena banyak pilihan, ditambah gak banyak bawa uang, saya beli coklat putih batangan berisi dodol seharga 20 ribu. Puas berbelanja, kami melanjutkan perjalanan pulang. (Setelah dicobain di rumah, ternyata rasanya enak! Jadi pengen nyoba yang lain deh.)

Dari sisi performa, nampaknya motor saya tidak mengalami masalah. Saya bawa ngebut juga masih normal-normal saja. Bahkan di ringroad Garut, sempat menyentuh 140 km/jam. Yah untunglah mesin tidak mengalami masalah. Tapi lama-lama semakin tidak nyaman, karena stang bengkok dan pergelangan tangan kiri sakit. Hari juga semakin gelap. Saya kebut saja semampu saya. Dari ringroad Garut sampai Cileunyi, kecepatan motor tidak pernah di bawah 100 km/jam. Akhirnya saya sampai di rumah tercinta dengan selamat pada pukul 18.30.

Tips Touring:
*Pakai sepatu!
*Pakai helm yang berkualitas! Biar mahal, tapi aman.
*Jangan berkendara sendiri! Minimal ada seorang teman.
Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, teman
kita siap membantu.
*Kenali karakter dan kemampuan motor! Supaya kita bisa
memperkirakan kapan motor mampu menyalip kendaraan lain.
(terutama menyalip kendaraan berat seperti bus&truk)
*Periksa juga kondisi motor sebelum berangkat.
*Persiapkan uang yang cukup.
*Pastikan juga kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan segar.