Touring: Pantai Cijeruk (Bagian 1 dari 2)

Sabtu, 19 Agustus 2017


Sempat ragu untuk mengikuti touring menuju pantai Cijeruk, saya akhirnya memantapkan diri untuk ikut. Keraguan saya disebabkan karena…faktor motor. Saya sedang kesengsem sama KTM Duke 250 MY 2017. Sempat melihat secara langsung di dealer KTM Bandung (di Ciateul), dan saya langsung terpana. Desainnya, padatnya, posisi duduknya, spesifikasinya…semuanya sukses mengambil hati saya…tapi tidak ketika melihat harganya, hahaha. Saya pun membayangkan, betapa enaknya touring pake Duke 250….pasti enak deh, tenaga dan torsi besar ditambah bobot yang ringan dan posisi duduk nyaman. Apparently, the dream is over and I have to get back to reality. Sekarang saya cuma punya Yamaha X-Ride yang, walau tidak merasakan pegal sama sekali di badan, tidak bersahabat di bokong untuk perjalanan jauh. Apa boleh buat, saya pakai saja deh, itung-itung menambah mileage motor saya juga.

Rencananya, touring ini diikuti oleh 26 orang. Kami akan camping di pantai Cijeruk, namun saya tidak ingin camping. Saya ingin menginap di penginapan, supaya nyaman, hehe. Rutenya sama seperti ke pantai puncak guha, namun perjalanan dilanjutkan 1 jam ke arah timur. Saya memutuskan untuk jalan duluan, tidak ikut kumpul dulu di kantor. Malas juga, karena saya lebih dekat ke Pangalengan via Banjaran daripada harus ke Gunungbatu dulu. Saya pun menunggu kabar keberangkatan grup dari teman saya, Tio. Pukul 07.30, Tio memberi kabar, grup sudah berangkat. Saya pun bergegas dan menunggu grup di bundaran Pangalengan. Sampai di Bundaran Pangalengan jam 09.00, saya menunggu kabar yang lain. Tiga puluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda grup touring. Saya cek handphone, ternyata grup baru berangkat dari kantor jam 08.00. Wah, gak bakal bener ini sih. Saya kasih tau saja Tio bahwa saya mau lanjut perjalanan pelan-pelan sambil menikmati pemandangan, supaya yang lain bisa menyusul.

Pangalengan itu memang spesial. Saya sangat menikmati suasana Pangalengan; sejuk, segar dan hening. Belum lagi hamparan kebun teh yang luas, ditambah sinar mentari yang cerah memanjakan mata saya untuk terus melihat pemandangan ini. Jalan yang mulus dan tidak dilalui banyak orang semakin membuat saya betah berlama-lama di sini. Saya sempatkan foto-foto sedikit di sini sambil menghirup udara segar yang sudah tidak dapat dirasakan lagi di Bandung.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan

Saya lanjutkan lagi perjalanan, Continue Reading

Advertisements