Apa itu Rhinitis?

Apakah kamu sering mengalami gejala flu seperti: hidung tersumbat, gatal, banyak lendir atau banyak ingus, sering bersin-bersin tapi kondisi badan sehat saja dan tidak sedang terkena flu? Jika iya, mungkin kamu mengidap penyakit Rhinitis.

Rhinitis adalah sebuah kondisi dimana membran mukosa hidung mengalami iritasi dan pembengkakan. Rhinitis merupakan kondisi yang umum ditemui, sekitar 1 dari 3 orang di dunia ini mengalami rhinitis. Umumnya rhinitis baru dialami setelah seseorang berusia 20 tahun dan lebih rentan terjadi pada wanita.

Pada dasarnya, Rhinitis terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Allergic Rhinitis: Rhinitis yang terjadi akibat alergi, seperti: alergi makanan, debu, bulu binatang, dan cuaca.
  2. Non-Allergic Rhinitis: Rhinitis yang terjadi begitu saja, tidak ada alergen yang memicu.

Allergic Rhinitis

Allergic Rhinitis merupakan Rhinitis yang disebabkan alergen. Untuk mengetahui alergen apa saja yang dapat memicu Allergic Rhinitis, kamu bisa melakukan sebuah tes yang dinamakan Skin Prick, silakan baca di sini.

Non-Allergic Rhinitis

Jenis Rhinitis yang satu ini terlihat rumit ya. Rhinitis bisa terjadi kapan saja tanpa adanya penyebab yang jelas. Saya sendiri mengidap Non-Allergic Rhinitis karena saya sudah melakukan tes Skin Prick namun semua hasilnya negatif. Artinya, saya tidak alergi terhadap apapun. Namun Rhinitis tetap saja terjadi pada diri saya.

Rhinitis yang saya idap termasuk kronis. Saya sendiri mengalami Rhinitis semenjak saya kuliah, yang artinya saya baru berumur 20 tahun. Setiap hari hidung saya berlendir, banyak ingus. Jujur saja kondisi hidung banyak ingus itu sangat membuat saya tidak nyaman. Saya harus menyusut ingus yang keluar dari hidung saya setiap saat, sampai perih hidung saya karena terus-terusan bersentuhan dengan tissue atau tangan saya. Ditambah lagi tidak jarang saya bersin-bersin sendiri tanpa sebab yang jelas. Kondisi itu diperparah dengan hidung bagian dalam yang mampet, membuat saya susah bernafas lewat hidung. Sangat mengganggu sekali deh pokoknya!

Bagaimana mengatasi Rhinitis?

Saya pun tidak tahan dengan kondisi ini. Setelah saya mampu mencari rezeki sendiri, akhirnya saya berobat ke dokter spesialis THT.

Menurut dokter, untuk mengatasi Allergic Rhinitis itu mudah, cukup hindari saja alergennya. Rhinitis pun akan berhenti menyerang.

Namun, untuk mengatasi Non-Allergic Rhinitis itu sangat sulit karena kita tidak mengetahui apa penyebabnya. Menurut dokter, hidung saya itu reaksinya sangat sensitif, makanya dia membentuk sistem perlindungan diri atau self-defense yang over reactive alias lebay. Sedihnya lagi, kondisi ini bisa berlangsung seumur hidup, tidak bisa disembuhkan, hanya bisa meringankan kondisinya saja…saya sedih sekali mendengarnya, tapi saya ikhlas saja deh. Saya coba ikuti saran dokter THT dan alhamdulillah, walau ribet dan harus dilakukan setiap hari, saya tidak mengalami gejala hidung mampet, berlendir, banyak ingus, bersin-bersin dan gatal lagi.

Berikut ini cara-cara mengatasi Non-Allergic Rhinitis:

Nasonex

nasonex_60metered_1

Nasonex 60 metered spray

Nasonex merupakan steroid lokal yang disemprotkan ke membran mukosa hidung. Cara pakainya mudah, cukup semprotkan 2 kali ke setiap lubang hidung setiap pagi. Semprotkan setiap bangun pagi, antara jam 5 sampai jam 6 pagi. Jangan gunakan bila sudah lebih dari jam 6 pagi, karena sudah tidak efektif. Harganya Rp 370.000 per botol untuk dosis 140 kali semprot. Pemakaian Nasonex tidak akan maksimal jika kondisi hidung banyak lendirnya, maka harus dibersihkan dulu menggunakan air garam.

Entclear

entclear

Entclear

Entclear ini merupakan air garam, digunakan bila kondisi hidung dipenuhi lendir yang terjebak atau tidak bisa keluar dari hidung. Cara pakainya, bila kondisi hidung sangat parah, maka gunakan 3x sehari. Jika kondisi hidung sudah tidak banyak lendirnya, cukup gunakan 1x sehari. Jika dirasa sudah tidak ada lendirnya, jangan gunakan lagi, cukup gunakan jika hidung terasa sudah berlendir, agar pemakaian nasonex tidak terganggu. Cara pakainya adalah larutkan satu sachet garam Entclear ke dalam 300 ml air hangat matang, lalu masukkan ke dalam botol Entclear. Setelah itu alirkan air garam ke masing-masing lubang hidung. Harga garamnya adalah Rp 136.000 dengan isi 20 sachet garam. Harga botolnya sekitar Rp 350.000, tahan digunakan sampai 8 tahun.

Rhinos SR

rhinos sr

Rhinos SR.

Rhinos SR adalah obat oral yang mengandung anti-histamin untuk meringankan gejala Rhinitis. Obat ini kadang saya gunakan jika saya lupa menggunakan Nasonex dan gejala Rhinitis datang menyerang. Harganya sekitar Rp 55.000 per strip (isi 10).


Sekian penjelasan saya seputar Rhinitis. Mudah-mudahan bermanfaat.

Medical Check-Up pra-nikah: Pentingkah?

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang medical check-up pra-nikah. Saya dan pasangan saya sepakat untuk melakukan medical check-up pra-nikah supaya kami mendapatkan gambaran kondisi kesehatan masing-masing dan juga sebagai antisipasi bila salah satu dari kami mengalami kelainan kesehatan.

Medical check-up pra-nikah sudah lama ada, namun tidak banyak yang menjalani. Saya tidak tahu alasannya apa, tapi salah satu teman saya pernah bilang ke saya bahwa dia dan pasangannya tidak mau melakukan medical check-up pra-nikah karena mereka takut mendengar hasilnya. Saya pribadi memiliki pandangan berbeda dengan teman saya. Saya dan pasangan merasa perlu untuk mengehathui kondisi kesehatan masing-masing agar kami mengetahui apa-apa yang harus kami lakukan dan hindari di masa yang akan datang agar kondisi kesehatan kami tetap terjaga.

Medical Check-Up (selanjutnya akan saya singkat MCU saja ya, biar tidak repot hehe) di Kota Bandung bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti Rumah Sakit Santosa, Borromeus dan Immanuel. Kami memutuskan untuk melakukan MCU di RS Borromeus karena jadwalnya yang dapat dilakukan pada hari Sabtu, kelengkapan MCU yang lebih baik dan juga lokasi yang relatif lebih mudah dikunjungi, walaupun harganya lebih mahal, hehe. Tapi saya pikir itu bukan masalah, masa sih kita rela menghabiskan uang banyak untuk membeli ini itu demi pasangan tapi tidak rela untuk mengeluarkan uang lebih untuk kesehatan? 😀

Apa saja yang dilakukan pada saat MCU?

Pada dasarnya, Continue Reading

Pengalaman Skin Prick di Rumah Sakit Santosa Bandung

Sabtu, 23 September 2017


Akhir-akhir ini, hidung saya mengalami banyak masalah. Mulai dari hidung gatal, mampet sebelah kiri, mampet sebelah kanan, mampet dua-duanya, meler, bersin-bersin dan ingus yang terus menerus mengucur. Paling parah adalah hilangnya kemampuan hidung saya untuk mencium bau-bauan. Mungkin terlihat sepele, tapi jujur, ini sangat mengganggu saya, terutama dalam hal pekerjaan.

Saya sudah mengalami hal-hal tersebut mulai dari jaman saya kuliah. Waktu itu, gejalanya hanya bersin-bersin dan ingus yang terakumulasi ketika saya bangun pagi. Namun lama-lama semakin parah. Akhirnya 3 tahun yang lalu, saya periksakan ke dokter THT dan ternyata saya mengidap penyakit Rhinitis, atau nama lainnya adalah Hay Fever.

Rhinitis adalah Continue Reading

Sakit Hati

Ini perkara yang sangat berbahaya. Karena ini masalah hati.

Kalau hati sudah merasa tersakiti, ada dua kemungkinan: memaafkan atau dendam.

Kalau bisa memaafkan, selamat, Anda adalah orang yang hebat. Tapi bagaimana jika rasa sakit yang dialami begitu dalam, sampai rasanya sangat sulit untuk memaafkan?

Anggap lah kita mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang, lalu kita minta maaf kepada orang tersebut. Dia bilang dia memaafkan kita.

Pertanyaan saya: Yakinkah Anda bahwa dia sudah benar-benar memaafkan kita?

Terkadang, jika sakit hati yang dialami sangat hebat, walau kalimat ‘iya, saya maafkan‘ sudah terucap, hati kecil tetap tidak bisa memaafkan. Inilah yang berbahaya.

Semuanya bisa berubah total antara kita dan orang yang bersangkutan. Mulai dari omongan, gestur, sampai sikap. Dan yakinlah, tidak ada pihak yang diuntungkan jika hal ini sudah terjadi. Sama-sama merasa tidak enak. Jarak antara kita dan ybs akan menjauh. Hubungan kita tidak akan pernah kembali persis seperti semula, sekeras apapun usaha kita. Layaknya gelas yang sudah pecah, walau kita berusaha bentuk kembali pun, akan terlihat bekas pecahnya.

Pertanyaan saya sebelumnya tidak akan pernah ada yang tau jawabannya, kecuali dia dan Allah saja.

Words can hurt more than a fist can hurt a body.

Ya, luka di tubuh bisa disembuhkan, tapi luka di hati…tidak semuanya bisa disembuhkan, dan bisa saja dibawa sampai ke akhirat, untuk diminta pertanggungjawabannya kelak.

Jagalah lisan dan perbuatan kita, jangan sampai perbuatan kita menyakiti hati orang lain. Bertutur katalah yang baik dan lembut. Berbuat baik lah terhadap sesama. Segeralah minta maaf bila kita melakukan kesalahan.