Pengalaman Skin Prick di Rumah Sakit Santosa Bandung

Sabtu, 23 September 2017


Akhir-akhir ini, hidung saya mengalami banyak masalah. Mulai dari hidung gatal, mampet sebelah kiri, mampet sebelah kanan, mampet dua-duanya, meler, bersin-bersin dan ingus yang terus menerus mengucur. Paling parah adalah hilangnya kemampuan hidung saya untuk mencium bau-bauan. Mungkin terlihat sepele, tapi jujur, ini sangat mengganggu saya, terutama dalam hal pekerjaan.

Saya sudah mengalami hal-hal tersebut mulai dari jaman saya kuliah. Waktu itu, gejalanya hanya bersin-bersin dan ingus yang terakumulasi ketika saya bangun pagi. Namun lama-lama semakin parah. Akhirnya 3 tahun yang lalu, saya periksakan ke dokter THT dan ternyata saya mengidap penyakit Rhinitis, atau nama lainnya adalah Hay Fever.

Rhinitis adalah Continue Reading

Advertisements

Sakit Hati

Ini perkara yang sangat berbahaya. Karena ini masalah hati.

Kalau hati sudah merasa tersakiti, ada dua kemungkinan: memaafkan atau dendam.

Kalau bisa memaafkan, selamat, Anda adalah orang yang hebat. Tapi bagaimana jika rasa sakit yang dialami begitu dalam, sampai rasanya sangat sulit untuk memaafkan?

Anggap lah kita mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang, lalu kita minta maaf kepada orang tersebut. Dia bilang dia memaafkan kita.

Pertanyaan saya: Yakinkah Anda bahwa dia sudah benar-benar memaafkan kita?

Terkadang, jika sakit hati yang dialami sangat hebat, walau kalimat ‘iya, saya maafkan‘ sudah terucap, hati kecil tetap tidak bisa memaafkan. Inilah yang berbahaya.

Semuanya bisa berubah total antara kita dan orang yang bersangkutan. Mulai dari omongan, gestur, sampai sikap. Dan yakinlah, tidak ada pihak yang diuntungkan jika hal ini sudah terjadi. Sama-sama merasa tidak enak. Jarak antara kita dan ybs akan menjauh. Hubungan kita tidak akan pernah kembali persis seperti semula, sekeras apapun usaha kita. Layaknya gelas yang sudah pecah, walau kita berusaha bentuk kembali pun, akan terlihat bekas pecahnya.

Pertanyaan saya sebelumnya tidak akan pernah ada yang tau jawabannya, kecuali dia dan Allah saja.

Words can hurt more than a fist can hurt a body.

Ya, luka di tubuh bisa disembuhkan, tapi luka di hati…tidak semuanya bisa disembuhkan, dan bisa saja dibawa sampai ke akhirat, untuk diminta pertanggungjawabannya kelak.

Jagalah lisan dan perbuatan kita, jangan sampai perbuatan kita menyakiti hati orang lain. Bertutur katalah yang baik dan lembut. Berbuat baik lah terhadap sesama. Segeralah minta maaf bila kita melakukan kesalahan.