Jalan-jalan ke Bangkok, Thailand! Apa saja yang harus dipersiapkan?

Setelah menikah, saya dan istri memutuskan untuk pergi ke Bangkok, Thailand untuk pergi berbulan madu. Kami sudah merencanakan destinasi bulan madu jauh-jauh hari. Awalnya kami ingin berbulan madu ke Brunei Darussalam, karena kami pikir itu tempat yang jarang dikunjungi orang lain. Supaya anti-mainstream, gitu..hehehe. Tapi setelah kami lihat-lihat di internet, ternyata transportasi ke sana mahal! Wajar sih, karena Brunei bukan tempat favorit wisata. Sempat juga ingin ke Ha Long Bay, Vietnam..tapi mahal banget, hahaha. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Bangkok, Thailand saja. Kenapa Bangkok? Karena di sana banyak tempat wisata dan harganya relatif murah. Selain itu di sana juga banyak makanan-makanan lezat…hmmm, sangat menarik. Namun, sebelum ke Bangkok ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Apa saja sih?

Pemandangan kota Bangkok. (Taken from my phone)

Tiket pesawat

Ini hal yang paling penting nih. Untuk mencapai Bangkok menggunakan pesawat, ada dua bandara yang dapat dituju: Suvarnabhumi Airport (BKK) dan Don Mueang Airport (DMK). Untuk kemudahan akses dan transportasi baik dari maupun menuju kota Bangkok, saya sarankan

Continue Reading

Kebijakan kantong plastik berbayar: Kurang terasa!

Sejak 21 Februari 2016 lalu, setiap kita berbelanja menggunakan kantong plastik dari pihak toko, akan dikenakan biaya Rp 200,- per kantong plastik. Semenjak kebijakan tersebut diaktifkan, jujur saja saya tidak merasakan efek yang signifikan.

Sumber gambar: http://www.earthtimes.org/politics/american-samoa-first-us-state-ban-plastic-bags/20/

Tujuan adanya kebijakan itu pada dasarnya kan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Masyarakat diharapkan merasa ‘jera’ pada saat meminta kantong plastik untung membawa barang belanjaannya. Tapi yang saya rasakan, ya biasa saja. Kebijakan tersebut masih belum bisa membuat saya enggan bayar 200 cuma untuk kantong plastik.

Harusnya kalau niat pemerintah benar-benar ingin mengurangi penggunaan kantong plastik, beri saja denda yang besar sekalian, jangan tanggung-tanggung. Misalnya, diberi biaya tambahan Rp 5000,- per kantong plastik. Nah, kalau jumlahnya segitu, saya gak bakal mau deh minta kantong plastik dari tempat belanja. Mending uang lima ribunya saya pakai buat beli es teh manis, misalnya :D.

Yah begitulah, intinya kebijakan kantong plastik berbayar menurut saya nanggung banget.