Day 6: Belanja baju di Platinum Mall, Bangkok (sekaligus hari terakhir di Bangkok…)

Sabtu, 26 Januari 2019


Tidak terasa kami sudah 5 hari liburan di Bangkok dan hari ini adalah hari terakhir kami di sini. Rasanya kami masih betah di sini dan masih banyak tempat-tempat lain yang ingin kami kunjungi. Kami pun bangun dengan rasa sedikit sedih…tapi ya sudah, nanti kalau ada rejeki kami pasti main lagi ke Thailand, hehehe.

Kaki kami masih terasa pegal karena dari beberapa hari yang lalu kami berkeliling kota Bangkok. Oleh-oleh makanan dan cemilan sudah kami beli di Big C, nah tinggal oleh-oleh baju saja nih yang belum. Setelah kami melihat-lihat di Google, kami memutuskan untuk belanja baju di Platinum Mall. Tadinya kami mau mengunjungi Chatuchak Market, salah satu pasar iconic di Bangkok yang hanya buka pada saat weekend. Tapi, berhubung jadwal dan rute transportasi yang agak sulit, kami putuskan untuk belanja yang dekat saja, dan pilihan pun jatuh pada Platinum Mall. Menurut review sih di sana tempatnya nyaman, harga bajunya murah dan masih bisa tawar menawar harga. Walau sebenarnya kami tidak pandai menawar, tapi kalau harganya bisa ditawar ya lumayan bisa menghemat sedikit, hehehe.

Untuk mencapai Platinum Mall sebenarnya mudah. Kita tinggal jalan menggunakan Skywalk di exit stasiun BTS Siam selama 15 menit. Kalau dari hotel Grand 5 kita tinggal jalan ke stasiun BTS Nana kemudian naik BTS ke Siam lalu jalan deh ke Skywalk. Mudah, kan?

Kami pun bergegas mandi kemudian sarapan. Setelah sarapan kami beres-beres packing baju dan semua perlengkapan kami. Setelah itu kami check out dan kopernya kami titipkan di resepsionis hotel. Kami pun lanjut berjalan ke stasiun BTS Nana, lalu naik BTS dan turun di stasiun Siam, lalu jalan ke Platinum Mall menggunakan Skywalk.

Platinum Mall

Akhirnya kami sampai juga di Platinum Mall. Di sini tempatnya mirip dengan BTC Bandung tapi jarak antar kiosnya lebih besar, sehingga kami bisa berjalan dengan leluasa. Produk-produk yang ditawarkan di sini sangat lengkap, mulai dari topi, mukena, baju, dress, celana, rok, celana panjang, kaos, sepatu, tas, sandal, dan aksesoris. Selain itu di sini juga ada food court dan apotek, pokoknya lengkap deh! Oh iya, kalau kita kehabisan uang Baht, di sini juga ada money changer lho. Praktis!

Saya dan istri mulai berbelanja di Platinum. Kami bingung mau beli apa, soalnya banyak baju bagus di sini hahaha. Akhirnya kami putuskan untuk membeli beberapa kaos bertema Thailand untuk oleh-oleh keluarga kami di Bandung. Sayangnya, uang yang kami bawa dari Bandung mulai menipis. Ditambah lagi koper kami juga sudah penuh…terpaksa deh kami beli tas berukuran besar untuk membawa barang-barang bawaan kami, hahaha. Kami tukar uang di money changer, kemudian membeli tas besar. Uniknya, pada saat kami membeli tas, pedagangnya bisa berbahasa Indonesia. Dia paham banyak suku kata, mungkin di sini banyak pengunjung dari Indonesia ya? Haha.

Setelah puas berbelanja, kami akhirnya kembali ke hotel untuk mengambil koper kami, sekalian makan siang dan sholat lima waktu. Kami pun kembali ke hotel dengan rute yang dibalik, yaitu jalan melewati Skywalk ke stasiun BTS Siam, kemudian naik BTS dan turun di stasiun BTS Nana lalu jalan kaki ke hotel.

Mencari masjid dan makan siang khas timur tengah

Salah satu keuntungan menginap di Grand 5 Hotel adalah lingkungannya yang kental dengan suasana timur tengah. Tidak sulit untuk kami mencari makanan halal di sini. Menurut saya Grand 5 Hotel ini merupakan hotel yang paling worth it untuk menjadi pilihan ketika berlibur ke Bangkok. Hotelnya bagus, nyaman, bersih, banyak toko di sekitarnya, suasananya enak dan yang paling penting lokasinya strategis. Jadi promosi nih, hehehe..

Sesampainya di hotel, kami titip barang belanjaan di resepsionis. Kebetulan waktu itu sudah siang, jadi kami harus menunaikan sholat lima waktu. Menurut istri saya sih di dekat hotel ada masjid, jadi kami berencana untuk sholat di masjid dekat hotel. Mulailah kami mencari masjid tersebut. Setelah mengikuti Google Maps dan berputar-putar, kok masjidnya tidak ada ya? Akhirnya saya nekat saja bertanya pada orang sekitar, dan ternyata masjidnya itu ada di lantai dua sebuah penginapan timur tengah. Pantas saja nggak ketemu-ketemu, ternyata masjidnya di dalam gedung…hahaha. Kami pun masuk penginapan tersebut kemudian naik ke lantai dua. Ternyata masjidnya kecil, namun tempatnya bersih dan sepi. Di sana hanya ada bapak-bapak dan seorang kakek yang sedang tidur siang. Setelah selesai sholat, kami turun lalu mencari makan siang.

Dari awal kami sampai di Grand 5 Hotel, kami melihat ada restoran timur tengah yang membuat saya penasaran. Saya pun menanyakan ke istri, bagaimana kalau makan siang di sana saja? Ternyata istri juga penasaran dengan restoran tersebut, jadi kami sepakat untuk makan siang di sana. Kami tidak ingat nama restorannya apa, karena tertulis dengan bahasa arab gundul 😀 Kami masuk saja ke restoran tersebut lalu pesan shawarma ayam dengan kentang goreng. Ternyata shawarmanya berukuran besar! Rasanya enak dan bumbunya juga terasa.

Shawarma ayam, asli timur tengah. Enak banget..

Selesai makan, kami tarik nafas dulu…maklum, porsinya berukuran besar jadi harus ngarenghab heula 😉 Setelah itu kami kembali ke hotel untuk merapikan kembali barang-barang bawaan kami sekalian ambil koper dan pesan GrabTaxi. Setelah bersusah payah membereskan barang-barang bawaan, saya pesan GrabTaxi untuk menuju bandara Don Mueang International Airport. Lima belas menit kami menunggu, akhirnya GrabTaxi-nya datang juga.

Don Mueang International Airport

Don Mueang International Airport hanya bisa dicapai menggunakan kendaraan pribadi dan taxi. Sebenarnya pada saat pesan tiket pulang ke Bandung, kami bisa saja membeli tiket pulang dari Suvarnabhumi International Airport, tapi kami pesan dari Don Mueang saja, supaya kami tahu seperti apa sih bandara Don Mueang itu. Ternyata, untuk mencapai Don Mueang bisa menggunakan jalur tol. Driver GrabTaxi menanyakan kepada kami, mau lewat tol atau tidak. Kami pikir lebih cepat sampai di bandara akan lebih baik, jadi ya sudah kami pilih lewat tol saja…tapi ternyata kami harus membayar 2×50 Baht untuk melewati tol ke bandara Don Mueang. Apa boleh buat, yang penting cepat sampai deh, takut ketinggalan pesawat..hehe.

Setelah beberapa lama akhirnya kami sampai di bandara Don Mueang. Ada kekacauan pada saat membayar taxi, karena kami hanya punya uang pecahan 1000 Baht saja. Driver pun bingung, tidak punya kembalian. Akhirnya saya putuskan untuk membeli apa saja di toko dalam bandara, sekedar untuk memecah uang. Eh, ternyata ada mango sticky rice, ya sudah saya beli itu saja deh, hahaha. Setelah itu kami pun memberikan uang ke driver taxi, kemudian dia terburu-buru lari karena ternyata sudah ada penumpang yang naik di mobilnya.

Bandara Don Mueang SANGAT BERBEDA JAUH dengan Suvarnabhumi. Di sini suasananya lebih mirip terminal kalau saya lihat. Tidak banyak toko-toko besar di sini, hanya ada cafe kecil saja. Fasilitas, sarana dan prasarananya juga tidak sebagus Suvarnabhumi. Ini menjadi pelajaran bagi kami, kalau mau ke Bangkok, pilihlah Suvarnabhumi International Airport sebagai bandara tujuan. Suvarnabhumi tempatnya jauh lebih nyaman, banyak toko dan restoran, dan ada akses shuttle langsung menuju kota Bangkok dengan biaya yang lebih murah dan jadwal yang lebih reliable.

Apa boleh buat, tiket sudah dibeli dan kami juga harus pulang. Kami bingung dengan sistem check-in di Don Mueang, karena banyak sekali Gate dan jalur antrian tapi tidak ada penjelasannya sama sekali. Petugas pun nampak bingung karena setelah kami jelaskan permasalahan yang kami hadapi, jawaban tiap petugas berbeda-beda. Kami dilempar ke sana ke sini, sambil membawa barang bawaan kami yang banyak dan berat…haduh, sungguh pengalaman yang tidak menyenangkan. Akhirnya kami disuruh untuk mengantri di sebuah jalur dan berhasil check-in.

Jadwal keberangkatan sudah dekat. Kami deg-degan, kami sempat terbang tidak ya. Antrian panjang dan petugas imigrasinya lambat. Beruntungnya kami, sesampainya di ruang tunggu, boarding gate baru dibuka. Jadi kami langsung naik ke pesawat menuju Soekarno-Hatta International Airport. Kami terlelap selama di pesawat. Bangun tidur, perut terasa lapar. Saya pun makan mango sticky rice yang sudah saya beli sebelumnya, tapi perut masih tetap terasa lapar. Akhirnya kami terpaksa pesan makanan di pesawat. Biarin deh mahal, daripada lapar…hahaha. Setelah makan, kami terlelap lagi dan akhirnya pesawat pun berhasil mendarat. Setelah itu kami ambil koper, kemudian bergegas menuju travel Citi Trans, pesan travel ke Bandung. Untungnya ada travel yang langsung berangkat, ya sudah kami langsung naik travel tersebut. Sepanjang perjalanan di travel, kami tertidur pulas. Tidak terasa kami sudah sampai di Bandung, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB. Kami pesan Go-Car untuk pulang ke rumah dan ternyata…drivernya seorang emak-emak! Wow, jam 3 pagi sudah narik, luar biasa semangatnya hahaha. Setelah itu kami pun sampai di rumah, lalu tidur lagi, karena masih terasa capek.


Sekian cerita perjalanan kami selama di Bangkok. Untuk postingan sebelum-sebelumnya, bisa klik: