Kuliner: Mencicipi Sate Maranggi Cibungur Hj. Yetty

Kamis, 29 Juni 2017


Hari ini saya dan teman saya ingin jalan-jalan yang tidak biasa. “Kalau bisa sih yang agak jauh,” kata teman saya. Saya bingung, jalan-jalan ke mana ya?

Awalnya dia mengingatkan saya untuk mencoba kuliner di Dapur Pasta, lokasinya di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Kami pun meluncur ke sana. Ternyata…tokonya tutup! Masih suasana Idul Fitri sih ya, mungkin para pegawainya belum kembali ke Bandung, hehe.

Kami pun berpikir, apa yang bisa di-explore di Padalarang…tapi kami akhirnya pusing sendiri karena kami juga nggak tau mau mengunjungi apa di Padalarang, hahaha. Di saat yang sama, perut saya sudah minta diisi. Saya pun berpikir cepat dan tercetuslah ide untuk makan sate maranggi di Cibungur. Saya sendiri belum pernah ke sana, hanya pernah dengar ceritanya dan dibelikan saja. Lumayan jauh, tapi memang inginnya jalan-jalan yang agak jauh, jadi ya sudah, berangkat!

Perjalanan

Sebelum berangkat, Continue Reading

Hormati orang yang puasa?

Isu ini lagi seru nih. Penyebab sebenarnya adalah peraturan menteri agama yang memperbolehkan warung makan boleh buka siang hari selama bulan Ramadhan.

Sepertinya peraturan tersebut banyak membuat orang ‘terguncang.’ Tidak sedikit orang yang bereaksi ‘keras’ terhadap peraturan tersebut. Kebanyakan bilang, ‘Warung makan harusnya tutup di siang hari, hormati kami dong yang sedang puasa!‘ Supaya rasa hormat itu terbentuk, mulai muncul tindakan-tindakan yang tidak terhormat…pernah saya baca salah satu berita dimana sebuah warung makan di Sukabumi yang buka di siang hari harus ditutup paksa oleh polisi. Bahkan lebih ekstrim lagi, di Aceh ada pemilik warung yang buka di siang hari terpaksa masuk sel.

Ada beberapa hal yang aneh menurut saya.

Respect

Ini dulu deh. Rasa hormat. Kalau menurut saya, rasa hormat itu tidak bisa dipaksakan. Respect akan kita dapatkan kalau kita sudah respect terhadap orang lain. Kalau mau dihormati, hormatilah orang lain. Kalau kamu menutup paksa warung makan, bahkan sampai memasukkan pemilik warung ke dalam sel, bagaimana mungkin orang lain akan respect terhadap kamu? Itu artinya kamu memaksakan kehendak. Itu bukanlah tindakan yang terhormat. Tindakan itu juga tidak menghargai orang lain. Lalu bagaimana mungkin orang lain mau menaruh rasa hormat kepada kamu, kalau kamu memaksakan kehendak dan tidak menghargai orang lain?

Berperilaku lah yang baik. Tunjukkan bahwa kita adalah seorang insan yang mampu menjalankan perintah Allah (puasa) dengan benar. Kalau perilaku kita baik, orang lain juga akan segan sama kita, kok.

Niat

Nah, kembali lagi ke akar dari puasa. Sebenarnya, kita ini niat gak sih puasanya? Saya yakin, kalau kita memang benar-benar niat puasanya, dalam artian kita benar-benar ingin menjalankan perintah Allah dan taat kepada-Nya, tentu kita akan berusaha sekuat mungkin untuk mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kalau sudah begitu, godaan-godaan seperti makan dan minum di saat kita haus dan lapar Insya Allah tidak akan berpengaruh.

Jadi patut dipertanyakan nih, orang-orang yang maksa untuk tidak makan di depan kita itu puasanya niat atau nggak, sih? Yah, mungkin ada beberapa orang yang masih merasa sulit untuk menahan godaan makanan dan minuman di saat haus dan lapar, tapi itulah ujian yang sedang Allah berikan kepada kita. Allah ingin tahu, apakah kita ini termasuk orang yang beriman atau tidak.

Intinya, kalau niat berpuasa kita adalah semata-mata karena Allah, maka godaan apapun Insya Allah tidak akan membuat puasa kita sia-sia.