Upgrade kartu SIM Telkomsel ke 4G: Sangat praktis!

Beberapa hari yang lalu, Alhamdulillah saya mengganti handphone saya dengan handphone baru. Pada saat mau saya pasang kartu SIM-nya, eh slotnya ternyata sudah harus menggunakan nano-SIM. Sedangkan kartu SIM yang saya miliki masih kartu SIM Telkomsel jaman dulu; tidak bisa dipotong! Saya akhirnya memutuskan untuk menukar kartu SIM lama saya dengan kartu SIM yang baru, sekalian untuk meng-upgrade kartu SIM saya menjadi 4G.

Saya pun bergegas ke GraPARI Telkomsel Bandung di Dago, dekat McDonald’s Dago. Saya pilih di situ karena gerai GraPARI tersebut beroperasi 24 jam. Saya datang ke GraPARI pada pukul 18.30. Tempatnya nyaman dan banyak tempat parkir. Begitu masuk ke GraPARI, seorang Customer Service langsung membantu saya. Saya bilang saja mau upgrade kartu ke 4G. CS pun memandu saya ke luar. Lho, kok ke luar?

Ternyata saya dibawa ke Vending Machine Telkomsel. Di sini saya bisa request untuk mengganti kartu SIM saya. Syaratnya saya hanya perlu membawa e-KTP saya, handphone dan kartu SIM yang mau diganti dalam keadaan aktif terpasang di handphone. Caranya mudah.

  1. Simpan e-KTP di tempat pemindaian.
  2. Masukkan nomor telefon kartu SIM yang ingin diganti pada vending machine.
  3. Pilih upgrade kartu.
  4. Tunggu nomor verifikasi yang akan masuk ke handphone kita. Lalu masukkan nomor verifikasi tersebut di vending machine.
  5. Kartu 4G pun keluar dari vending machine.

Selesai deh. Tidak ada pemungutan biaya apapun. Semua hanya memakan waktu kurang dari 5 menit!

Vending machine Telkomsel.

Saya pasang kartu SIM baru saya ke handphone, Alhamdulillah berjalan normal. Selain itu, saya juga mendapatkan bonus 5GB paket data gratis dari Telkomsel. Tapi setelah saya pakai sebentar, kok kuotanya sudah habis ya…mungkin untuk kuota internetnya cuma sedikit saja ya, sisanya akses ke platform-platform partner Telkomsel seperti HOOQ dan lainnya. Entahlah. Yang penting sih kartu SIM saya sudah bisa digunakan.


PS: Akhirnya saya menemukan juga salah satu kegunaan e-KTP. Andaikan transaksi lainnya menggunakan e-KTP seperti ini, saya akan sangat bahagia. Hahaha.

Pemanfaatan e-KTP untuk berbagai macam transaksi

Saya membuka dompet saya, dan saya tersadar akan suatu hal: kok banyak sekali kartu di dompet saya?
KTP, SIM A, SIM C, Kartu Indonesia Sehat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Jaminan Hari Tua, NPWP…dan lain-lain.

Saya sempat bercanda sama teman-teman saya, bahwa sekarang ini adalah rezim kartu. Dompet saya tersiksa, dijejali berbagai macam kartu yang jarang dipakai.

Dulu, e-KTP digadang-gadang bisa mempermudah berbagai macam transaksi. Tapi kenyataannya, e-KTP tidak ada bedanya dengan KTP biasa. Mau perlu apa-apa juga tetap saja e-KTP itu harus di fotokopi. E-KTP itu payah!

Saya sempat terpikir, kenapa sih e-KTP itu tidak dimanfaatkan saja? Cobalah itu SIM A, SIM C, Kartu Indonesia Sehat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Jaminan Hari Tua, NPWP disatukan menjadi satu kartu. Satukan saja di e-KTP. Praktis, hanya satu kartu saja yang perlu saya bawa untuk berbagai macam keperluan. Dompet tidak akan tersiksa, dan saku tidak akan sesak ditempati dompet yang gemuk akibat kebanyakan kartu.

Ditambah lagi sekarang semakin banyak transaksi cashless. E-money semakin marak digunakan untuk transaksi tol dan berbelanja. Saya pikir e-KTP bisa dimanfaatkan juga untuk transaksi tersebut. Semakin praktis kan?

Dibalik semua kepraktisannya tentu saja metode seperti ini beresiko. Bayangkan jika e-KTP kita hilang. Semua data juga hilang dan akan membutuhkan banyak tenaga untuk mengembalikan data-data yang telah hilang. Tapi saya pikir, jika keuntungan yang didapat lebih baik daripada kerugiannya, kenapa tidak kita lakukan saja?