Super short review: 2016 KTM Duke 250

Minggu, 5 Maret 2017

Hari ini, KTM mengadakan sebuah acara gathering berjudul KTM Orange Day 2017. Ini merupakan KTM Orange Day kedua yang diselenggarakan oleh KTM dan kali ini KTM mengadakan acaranya di Bandung, tepatnya di Sabuga ITB.

Pada KTM Orange Day kali ini, KTM menyelenggarakan acara yang menarik. Ada acara test ride, stunt rider, female DJ, photo competition, dan ada door prize menarik. Saya datang ke acara ini karena saya penasaran dengan motor KTM Duke series. Desain motornya benar-benar berani dan out of the box. Ditambah lagi dengan spesifikasi motor yang juga tak kalah menarik: high power (26 hp for Duke 200), low weight, suspensi depan Upside down, suspensi belakang WP, rem Bybre, ban super lebar, panel instrumen full digital, ditambah frame trellis dan warna orange yang menjadi ciri khas KTM…wah, Duke series sukses memikat hati saya. Sayang, harga motornya mahal, 34.8 juta rupiah (OTR Bandung).

Sebenarnya saya tertarik beli Duke 200, tapi saya juga pengen tau gimana sih rasanya naik Duke 200. Jangan sampai saya udah keluar uang banyak, eh malah nggak puas pakenya. Makanya saya sangat tertarik untuk mengikuti acara test ride di KTM Orange Day 2017 ini.

Datanglah saya ke Sabuga ITB pada hari minggu pagi. KTM memberikan kesempatan test ride untuk semua lineup motornya: KTM Duke 200 & 250, dan KTM RC 200 & 250. Langsung saja saya registrasi test ride…ternyata banyak juga yang berminat test ride. Bahkan ada rider wanita juga lho, hebat. Berhubung unit test ride Duke 200 cuma satu unit, saya jadinya memilih mencoba Duke 250 saja, supaya antrinya tidak lama. Sebenarnya setiap orang boleh-boleh saja mencoba semua unit motor, dan saya inginnya begitu, namun sayang waktunya tidak cukup.

Isi formulir test ride, kumpulkan ke panitia, lalu nunggu dipanggil. Setelah agak lama menunggu akibat kesemrawutan penyelenggaraan test ride, akhirnya giliran saya tiba juga. Test rider diwajibkan memakai safety gear yang disediakan panitia: helm full face, elbow protector dan knee protector. Setelah saya pakai semua gear, langsung saya coba unit test ride Duke 250 berwarna hitam.

Posisi duduk tegak, tidak menunduk. Joknya yang lebar dan suspensi monoshock yang cenderung soft membuat saya duduk secara nyaman. Sepertinya enak untuk perjalanan jauh. Tapi jok tebengan ukurannya kecil..entah nyaman atau nggak untuk perjalanan jauh. Putar konci kontak ke posisi on…kok speedometernya nggak nyala yah. Ternyata engine stopnya aktif, saya tekan ke posisi run, dan speedometer pun menyala. Hmm..tulisannya kecil-kecil..tapi buat saya sih jelas terlihat. Nyalakan mesin…bunyinya garang, tapi halus. Tidak ada getaran berarti di stang dan kaki. Halus banget.

Pindahkan ke gigi 1, langsung jalan! Baru berjalan sedikit, sudah harus menikung U-turn…tapi yang saya rasakan, membawa Duke 250 ini kok ringan sekali, saya tidak merasa seperti membawa motor 250cc. Oh iya, sebagai informasi, track test ride ini sangat pendek sekali. Track berbentuk elips dan cuma 60 meter doang.

Motor berbelok dengan stabil, berkat ban lebar. Keluar tikungan, saya langsung putar tuas gas…ternyata tenaga baru menyentak di RPM tengah. Baru jalan sedikit, harus menikung lagi…saatnya mencoba pengereman. Unit Duke 250 ini sudah dilengkapi ABS, tidak perlu khawatir ban akan terkunci. Sedangkan Duke 200 belum ABS. Pengereman menurut saya sudah baik, walau di awal acara, pihak KTM mewanti-wanti jangan kaget kalau rem ABS nanti akan terasa kurang pakem…tapi buat saya sih sudah pakem ah.

Pada lap berikutnya, saya coba shifting gear…wah halus sekali pindah giginya. Hampir tidak ada effort berarti pada saat pindah gigi. Beda sekali dengan motor-motor kopling yang pernah saya bawa sebelumnya. Saya sebenernya penasaran dengan top speed dan performa suspensi di jalan yang jelek, tapi berhubung track testnya kecil sekali, ya sudah saya cuma bisa test segitu aja.

Kelebihan:

  • Posisi duduk nyaman
  • Suspensi empuk
  • Gear shifting halus sekali
  • Minim getaran
  • Tarikan enteng
  • Desain motor gahar
  • Ringan
  • ABS

Kekurangan:

  • Speedometer kecil
  • Jok tebengan kecil
  • Mahal

Puas test ride, saya kembali ke stand, isi formulir testimoni test ride. Pulangnya dikasih snack, free lunch, dan undian door prize. Sayang saya nggak sempet mencoba Duke 200, RC 200 dan RC 250, karena saya harus pulang secepat mungkin (khawatir kehujanan, karena siang mulai gelap).

Andai uang bukan masalah buat saya, bakal saya beli di tempat itu Duke 250, hahaha.