Medical Check-Up pra-nikah: Pentingkah?

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang medical check-up pra-nikah. Saya dan pasangan saya sepakat untuk melakukan medical check-up pra-nikah supaya kami mendapatkan gambaran kondisi kesehatan masing-masing dan juga sebagai antisipasi bila salah satu dari kami mengalami kelainan kesehatan.

Medical check-up pra-nikah sudah lama ada, namun tidak banyak yang menjalani. Saya tidak tahu alasannya apa, tapi salah satu teman saya pernah bilang ke saya bahwa dia dan pasangannya tidak mau melakukan medical check-up pra-nikah karena mereka takut mendengar hasilnya. Saya pribadi memiliki pandangan berbeda dengan teman saya. Saya dan pasangan merasa perlu untuk mengehathui kondisi kesehatan masing-masing agar kami mengetahui apa-apa yang harus kami lakukan dan hindari di masa yang akan datang agar kondisi kesehatan kami tetap terjaga.

Medical Check-Up (selanjutnya akan saya singkat MCU saja ya, biar tidak repot hehe) di Kota Bandung bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti Rumah Sakit Santosa, Borromeus dan Immanuel. Kami memutuskan untuk melakukan MCU di RS Borromeus karena jadwalnya yang dapat dilakukan pada hari Sabtu, kelengkapan MCU yang lebih baik dan juga lokasi yang relatif lebih mudah dikunjungi, walaupun harganya lebih mahal, hehe. Tapi saya pikir itu bukan masalah, masa sih kita rela menghabiskan uang banyak untuk membeli ini itu demi pasangan tapi tidak rela untuk mengeluarkan uang lebih untuk kesehatan? 😀

Apa saja yang dilakukan pada saat MCU?

Pada dasarnya, untuk laki-laki, MCU di RS Borromeus meliputi:

  • Ambil darah
  • Ambil urin
  • Cek fisik
  • Rontgen Thorax
  • USG Testis

Saya dan pasangan melakukan MCU pada hari sabtu pagi. Inilah salah satu keuntungan melakukan MCU di RS Borromeus, bisa dilakukan pada saat weekend! Kami datang di pagi hari agar cepat selesai; kalau dilakukan agak siang, RS pasti sudah ramai. Oh ya, sebelum MCU kami diharuskan puasa dari jam 10 malam. Tidak boleh makan dan minum kecuali minum air mineral.

Sesampainya di RS Borromeus, kami langsung menuju ke gedung MCU, yaitu di gedung UGD Lama. Kami langsung diambil darah, tapi sebelum saya sempat diambil darah, saya sudah keburu pengen pipis 😀 jadi saya ambil urin dulu deh. Setelah itu saya diambil darah oleh suster. Lalu saya ditimbang dan dicek tekanan darahnya. Setelah itu, sambil menunggu dokternya datang, kami diberi makan oleh RS Borromeus. Btw, makanannya enak lhoo hehehe. Selesai makan, kami menunggu di ruang tunggu eksklusif. FYI gedung MCU RS Borromeus ini masih baru, jadi kondisinya sangat enak dan nyaman, hehehe. Setelah menunggu beberapa menit, kami dipanggil untuk melakukan rontgen thorax. Kami pergi ke tempat radiologi. Rontgen thorax ini tidak lama, hanya berlangsung 10 detik saja. Alatnya canggih, hehe.

Selesai rontgen thorax, kami kembali ke ruang tunggu. Setelah menunggu beberapa menit, dokter pun akhirnya datang dan saya pun dipanggil untuk dicek fisik oleh dokter.

Beberapa hal yang ditanyakan oleh dokter:

  • Apakah Anda olahraga rutin?
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda mengkonsumsi alkohol?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit berat sehingga harus dirawat di rumah sakit?
  • Apakah keluarga Anda memiliki riwayat penyakit diabetes/asthma/penyakit turunan lainnya?
  • Apakah kelamin Anda disunat atau tidak?
  • Apakah Anda memiliki alergi?
  • Apakah Anda memiliki kelainan kesehatan?
  • Apakah Anda pernah divaksin? Vaksin apa saja?

Setelah itu saya diminta berbaring kemudian dokter pun melakukan serangkaian cek pada tubuh saya. Melihat mulut saya, telinga saya, perut dan dada ditekan-tekan, dan sebagainya. Setelah itu dokter pun memberikan kesempatan kepada saya untuk menanyakan hal apa saja yang ingin saya tanyakan atau konsultasikan. Karena saya tidak ada pertanyaan, dokter pun mempersilahkan untuk lanjut ke tahap berikutnya, yaitu USG Testis.

Setelah itu saya menuju ke ruangan USG. Proses USG memakan waktu cukup lama, saya berada di ruangan USG sekitar 20-30 menit. Setelah itu, selesai sudah serangkaian MCU pra-nikah.

Bagaimana hasil MCU pra-nikahnya?

Satu minggu setelah MCU, kami kembali ke RS Borromeus untuk melihat hasilnya. Hasilnya ternyata saya mengalami overweight alias kelebihan berat badan, hahaha. Saya disuruh untuk menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga teratur. Kalau saya hitung, saya harus menurunkan berat badan saya sebanyak minimal 4 kg agar dapat dianggap memiliki berat badan normal. Selain itu, saya juga harus divaksin Hepatitis-B, karena ternyata anti-imun saya kurang optimal. Hanya itu saja rekomendasi dari dokter, yang lainnya Alhamdulillah normal. Hehe.


Sekian pengalaman MCU pra-nikah saya, berikutnya saya akan berbagi pengalaman tentang vaksinasi. Tunggu ya!

One thought on “Medical Check-Up pra-nikah: Pentingkah?

  1. […] hasil MCU pra-nikah yang saya lakukan di RS Borromeus, saya memutuskan untuk melakukan vaksin Hepatitis-B dan Tetanus. Sebenarnya vaksin Tetanus tidak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s