Bubur Ayam Gibbas: Bubur Enak di Bandung!

Tidak jarang bubur ayam menemani saya ketika pagi atau malam hari. Saat perut sedang lapar dan saya ingin menyantap makanan yang hangat, lembut dan gurih, saya pasti beli bubur ayam. Pun ketika kondisi badan sedang tidak enak karena sakit, bubur ayam juga menjadi menu andalan saya.

Mencari bubur ayam yang enak di bandung, memang gampang-gampang susah. Ada bubur yang kental, ada bubur yang encer. Ada bubur yang manis, ada bubur yang asin. Ada yang ayamnya banyak, ada yang ayamnya pelit. Ada yang cakuenya banyak, ada yang cakuenya sedikit. Ada yang enak tapi porsinya pelit, ada yang porsinya banyak tapi gak enak.

Setelah sekian lamanya saya berburu bubur ayam, hanya ada dua bubur ayam yang saya rekomendasikan: Bubur ayam depan Telkom Jl. Lembong (nanti akan saya tulis) dan bubur gibbas.

Kali ini, saya akan membahas Bubur Gibbas. Bubur ayam ini terletak di Jl. Kebonjati, dekat Kelenteng – tenang, menu ini halal kok. Bukanya mulai jam 17.00 sampai tengah malam. Tempatnya selalu ramai dikunjungi orang, mulai dari kawula muda sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Ketika pertama kali saya pesan, saya langsung kaget melihat satu mangkok bubur ayam gibbas ini.

Satu porsi bubur ayam biasa. Hampir tumpah!

Ayam dan Cakuenya BANYAK sekali! Potongannya pun besar-besar. Ini yang saya sangat suka.

Begitu juga dengan rasa buburnya. Tekstur buburnya encer, cocok dipadukan dengan potongan ayam dan cakue yang besar sehingga membuat mulut saya tidak kewalahan dalam mengunyah bubur ayam ini. Tanpa ayam dan cakue pun sebenarnya bubur ini sudah gurih kok. Belum lagi jika ditambah sedikit kecap, merica dan bawang goreng. Jangan lupa pakai emping, supaya menambah rasa kriuk di mulut. Hmmm….sedapnyaaa! Bagi anda yang suka telor, ada juga menu spesial bubur ayam lengkap dengan ati ampela dan telor muda. Berhubung saya tidak suka keduanya, saya selalu memesan bubur ayam biasa saja, hehehe.

Bagaimana dengan harganya? Seporsi bubur ayam biasa harganya 13ribu rupiah. Khawatir tidak habis? Tenang, buburnya bisa dipesan setengah porsi kok, hanya beda 2000 rupiah saja. Pertama kali saya pesan ini pun, saya kewalahan untuk menghabiskan seporsi bubur gibbas ini, hahaha.


Bubur Ayam Gibbas

Buka: Senin-Jumat jam 17.00 s/d tengah malam (weekend tutup)

Lokasi: Jl. Kebonjati (dekat Kelenteng), cabang: Jl. Terusan Jakarta, Antapani (pagi buka jam 05.00 s/d 11.00)

Advertisements

Perbaikan Sepatu di Bandung

Sabtu, 7 Oktober 2017


Hari ini saya berniat untuk memperbaiki dua pasang sepatu saya yang sering saya gunakan untuk acara resmi. Satu pasang berwarna coklat dan satu pasang berwarna hitam. Keduanya memiliki masalah yang sama: mangap, alias sol sepatu yang mulai lepas dari sepatu.

Saya bingung, mencari tukang sol sepatu yang dekat rumah, di mana ya? Tapi saya pun teringat tentang kios-kios kecil tukang sepatu di Jl. Malabar, daerah Kosambi yang dekat dengan palang pintu rel kereta api. Di sana banyak tukang sepatu, mulai dari sepatu boots, pantofel, sepak bola, dan lain-lain. Tapi saya tidak ingat, ada tukang sol sepatu nggak ya? Saya pun bergegas ke sana.

Ternyata sepanjang Jl. Malabar, banyak tukang sol sepatu. Saya pun berhenti di salah satu kios tukang sol sepatu. Saya lihat tukang sepatunya sudah tua, memakai kaos merah, celana hitam dilengkapi dengan topi koboi.

“Pak, bisa benerin sepatu saya? Mangap nih.”

“Mau dilem atau dijahit? Mending dijahit aja, kalo dilem mah nanti lepas lagi lepas lagi.”

“Ya udah dijahit aja pak.”

Tukang sepatu pun mengambil sepatu saya dan mulai mengerjakan perbaikan. Pertama sepatu saya dilem terlebih dahulu. Kemudian pak tua membuat alur jahitan di sekeliling sol sepatu saya dengan cara mengupas sedikit sol sepatu saya. Setelah itu pak tua menancapkan jarum besar dari sol sepatu, menembus bagian dalam sepatu. Entah kenapa saya malah membayangkan kaki saya tertembus jarum itu, hahaha. Ada dua benang yang pak tua siapkan: benang hitam dan benang coklat. Benang hitam digunakan untuk bagian sol sepatu, sedangkan benang coklat untuk bagian dalam sepatu.

Pak tua sedang memperbaiki sepatu saya.

Dengan cekatan pak tua membuat simpul jahit. Terlihat sederhana, tapi sukses membuat saya terkagum. Sesekali pak tua mengoleskan lem ke sol sepatu. Mungkin lem yang diberikan sebelumnya dirasa kurang. Saya pun menunggu sekitar satu jam lamanya untuk dua pasang sepatu.

“Sepatunya udah nih, a.”

“Jadinya berapa pak?”

“60 ribu.”

Saya berikan 60 ribu rupiah. Ternyata jasa untuk menjahit sepatu adalah 30 ribu rupiah per pasang.

Hari itu terasa sangat panas. Saya bergegas pulang ke rumah, karena tidak kuat menahan panasnya kota Bandung di siang hari.

—***—

Pengalaman Skin Prick di Rumah Sakit Santosa Bandung

Sabtu, 23 September 2017


Akhir-akhir ini, hidung saya mengalami banyak masalah. Mulai dari hidung gatal, mampet sebelah kiri, mampet sebelah kanan, mampet dua-duanya, meler, bersin-bersin dan ingus yang terus menerus mengucur. Paling parah adalah hilangnya kemampuan hidung saya untuk mencium bau-bauan. Mungkin terlihat sepele, tapi jujur, ini sangat mengganggu saya, terutama dalam hal pekerjaan.

Saya sudah mengalami hal-hal tersebut mulai dari jaman saya kuliah. Waktu itu, gejalanya hanya bersin-bersin dan ingus yang terakumulasi ketika saya bangun pagi. Namun lama-lama semakin parah. Akhirnya 3 tahun yang lalu, saya periksakan ke dokter THT dan ternyata saya mengidap penyakit Rhinitis, atau nama lainnya adalah Hay Fever.

Rhinitis adalah Continue Reading