Kuliner: Mencicipi Sate Maranggi Cibungur Hj. Yetty

Kamis, 29 Juni 2017


Hari ini saya dan teman saya ingin jalan-jalan yang tidak biasa. “Kalau bisa sih yang agak jauh,” kata teman saya. Saya bingung, jalan-jalan ke mana ya?

Awalnya dia mengingatkan saya untuk mencoba kuliner di Dapur Pasta, lokasinya di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Kami pun meluncur ke sana. Ternyata…tokonya tutup! Masih suasana Idul Fitri sih ya, mungkin para pegawainya belum kembali ke Bandung, hehe.

Kami pun berpikir, apa yang bisa di-explore di Padalarang…tapi kami akhirnya pusing sendiri karena kami juga nggak tau mau mengunjungi apa di Padalarang, hahaha. Di saat yang sama, perut saya sudah minta diisi. Saya pun berpikir cepat dan tercetuslah ide untuk makan sate maranggi di Cibungur. Saya sendiri belum pernah ke sana, hanya pernah dengar ceritanya dan dibelikan saja. Lumayan jauh, tapi memang inginnya jalan-jalan yang agak jauh, jadi ya sudah, berangkat!

Perjalanan

Sebelum berangkat, kami cek dulu rutenya memakai Google Maps. Ternyata rutenya mudah, tinggal jalan via tol Cipularang dan keluar di pintu tol Sadang.

Hari itu, kondisi lalu lintas lancar. Kami melaju dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam. Perjalanan dari Kota Baru Parahyangan ke Cibungur hanya memakan satu jam saja. Keluar pintu tol sadang, langsung belok kiri di perempatan pertama. Sesudah itu tinggal jalan saja lurus sampai ada tulisan Sate Hj. Yetty di kanan jalan.

Sesampainya di lokasi, saya kaget; banyak sekali kendaraan yang mengantri untuk masuk ke tempat parkir! Setelah masuk ke tempat parkir, saya lebih kaget lagi; banyak sekali orang yang mengantri untuk memesan sate! Saya sempat khawatir, ‘antrian sepanjang ini, kami makan satenya jam berapa ya?’ Saya parkirkan dulu mobilnya. Tempat parkirnya luas dan lega, tapi beralaskan batu-batu kerikil dan suasananya panas dan gersang walau dipenuhi rumput hijau dan pepohonan. Sungguh tidak nyaman sebenarnya, haha.

Makan!

Kami pun mengantri. Kami sempat bingung, ini tempat makan luas sekali dan banyak mejanya, pelayan pun terlihat sibuk sekali. Orang-orang yang mengantri masing-masing memegang secarik kertas yang berisikan pesanan. Kami bingung, dari mana dapetnya kertas itu. Kami bertanya ke pelayan, pelayannya bilang tinggal duduk saja, nanti ada petugas yang datang. Bergegaslah kami mencari tempat duduk, kebetulan ada tempat duduk yang kosong.

Suasana di Sate Maranggi Hj. Yetty. Banyak pengunjung!

Setelah duduk, pelayan datang menanyakan pesanan kami. Kami pesan sate ayam dan sate sapi masing-masing 10 tusuk, tahu dan tempe mendoan satu porsi (isinya 3 tahu dan 3 tempe mendoan), dua nasi dan dua es kelapa muda. Setelah itu pelayan memberikan kertas pesanan kepada kami dan kami harus antri.

Kami pun bingung, kenapa untuk mengantri harus duduk dulu ya? Hahaha. Ternyata dengan antrian sepanjang itu, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan sate pesanan kami. Setelah itu kami mencari lagi tempat duduk, dan untungnya kami langsung mendapatkan tempat duduk. (duduk, antri, duduk, membingungkan!) Selain sate, untuk mengambil menu yang diinginkan ternyata kita tinggal ambil saja, nanti pelayannya yang keliling menjajakan makanan. Karena kami ingin tahu dan tempe mendoan dan es kelapa muda, ya sudah kami tunggu saja pelayan tahu dan tempe mendoan dan es kelapa mudanya lewat, lalu kami ambil deh.

Sate sapi, tahu dan tempe mendoan. Sedaap!

Setelah semua pesanan datang, kami pun segera menyantap hidangan. Sate sapinya terasa sedap, gurih dan pedas. Begitu pula dengan sate ayamnya. Yang membuat joss sebenarnya adalah sambal tomatnya. Luar biasa pedas, saya sampai mengeluarkan air mata, hahaha. Tahu dan tempe mendoan yang saya rasakan biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Es kelapa mudanya enak dan segar. Sangat cocok untuk mendinginkan mulut yang kepedesan, hehe.

Puas menyantap semua hidangan, kami pun pulang. Saya sih rela datang lagi jauh-jauh ke sini hanya untuk menyantap sate ini. Rutenya mudah sih, lumayan sekalian jalan-jalan, hehehe.


Sate Maranggi Hj. Yetty, Cibungur, Purwakarta

  • Sate sapi dan ayam enak, harga Rp 4.000 per tusuk.
  • Es kelapa muda enak dan segar, harga Rp 15.000 per mug besar.
  • Tahu dan tempe mendoan biasa saja rasanya, harga Rp 15.000 per porsi, dapat 3 tahu dan 3 tempe mendoan.
Advertisements

2 thoughts on “Kuliner: Mencicipi Sate Maranggi Cibungur Hj. Yetty

  1. Duduk, antri, duduk. Teu kiat euy. Ngerjain orang yang cedera lutut aja :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s