Touring ke Ciletuh Geopark, Sukabumi (Bagian 1)

Sabtu, 18 Februari 2017

Saya dan teman-teman dari kantor sepakat untuk touring ke Ciletuh Geopark, Sukabumi. Sebelumnya saya nggak tau sama sekali tentang Ciletuh dan rutenya…saya cuma diberi tau oleh teman saya kalau Ciletuh itu tempatnya bagus. Saya sih iya-iya saja, karena saya lebih senang perjalanannya daripada tempat tujuannya šŸ˜€

Kumpul di kantor jam 06.30 sesuai rencana awal…eh molor, baru berangkat jam 07.00++ hahaha. Untuk keberangkatan, kami menggunakan rute via Ciwidey…biar bisa merasakan udara segar di pagi hari, hehe. Berhubung ada beberapa rekan saya yang belum sarapan, maka kami berhenti dulu untuk menunggu rekan-rekan yang sarapan lontong sayur. Sebenarnya saya udah sarapan, tapi liat lontong sayur kok jadi laper…ya sudah saya ikut makan juga, ternyata enak juga lontong sayurnya šŸ˜€ (lokasinya di depan Indomaret, sebelah tempat rest area yang banyak WC umumnya).

Perut sudah anteng, kami melanjutkan perjalanan. Jalan raya beraspal mulus, sepi, ditambah lagi segarnya udara pegunungan di daerah Ciwidey dan indahnya cuaca di pagi hari membuat saya merasa betah. Rasanya saya ingin tinggal saja di sini…mengingatkan saya pada kondisi Bandung belasan tahun yang lalu; sejuk, segar dan indah. Sekarang Bandung berubah menjadi panas, macet, dan tidak segar lagi…sungguh sangat disayangkan.

img_20170218_085824

Mulus, sejuk, segar, indah

Jalan berkelok terus kami hajar, sampai akhirnya kami melewati tempat wisata Situ Patenggang…jalanan semakin sepi saja, tidak ada lagi kendaraan yang lalu lalang. Yang ada hanyalah hamparan kebun teh. Jalanan pun perlahan berubah menjadi jelek. Lama-lama, tikungan semakin banyak dan tajam. Entah ada berapa tikungan tajam yang telah kami lalui…saya sampai mual.

Kebun teh berubah menjadi hutan. Jalanan ini sangat sepi sekali. Saya hanya menemukan tempat latihan TNI-AU di sini…dan kebetulan ada beberapa skuadron yang sedang latihan. Entah latihan apa, sepertinya sih latihan survival. Setelah beberapa jam melalui jalan ini, saya menemukan sebuah air terjun di pinggir jalan.

Curug mini :)

Curug mini šŸ™‚

Sepanjang jalan ini pun hampir tidak ada Pertamini…jadi kalau lewat rute ini, saya sarankan untuk mempersiapkan bahan bakar kendaraan Anda, pastikan full tank!

Saya pun akhirnya mencapai akhir dari jalan ini yaitu berupa pertigaan, belok kanan ke arah Sindangbarang. Saya istirahat sejenak sambil menunggu rekan-rekan saya yang mengalami musibah kecil (salah satu rekan saya menggunakan Vespa jadul, rem nya lepas šŸ˜€ ). Satu jam saya menunggu, kami lanjutkan lagi perjalanan. Di jalan raya Sindangbarang ini, cuacanya terik dan panas..kalau dilihat di Google Maps, saya sudah sampai di bagian selatan pulau Jawa. Terlihat pemandangan pantai yang sangat indah; laut biru dan pasir putih. Jalanan di sini juga enak untuk ngebut karena aspalnya bagus dan rutenya cuma lurus saja. Mantap! Sayang saya tidak sempat mengambil foto di sini.

Hari sudah siang, perut juga sudah lapar. Kami memutuskan untuk mencari tempat makan siang. Secara tidak sengaja saya temukan warung soto…penampilan dari luar sih sepertinya tempat ini bona fide bin legit. Kami pun pesan soto seadanya, nasi bebas mau ambil sebanyak apa, minum es teh manis…di luar dugaan, ternyata enak banget sotonya! Satu porsi soto + nasi harganya 23 ribu rupiah, sedangkan satu gelas es teh manis harganya 5 ribu rupiah. Murah dan enak!

Murah, enak, di seberangnya ada masjid dan Alfamart. The ultimate rest area!

Murah, enak, di seberangnya ada masjid dan Alfamart. The ultimate rest area!

Sambil menunggu makanan turun ke dalam perut, kami istirahat dan shalat dzuhur di masjid seberang warung soto. Masjidnya…tidak terurus, sayang sekali. Ah, yang penting bisa dipakai shalat.

Setelah tubuh kembali segar, kami melanjutkan perjalanan. Lama-lama jalanan semakin sempit dan semakin jelek…well, sebetulnya nggak jelek-jelek amat, masih berbentuk aspal sih, tapi didominasi batu-batu kecil dan ada sedikit pasir. Berbahaya untuk speeding di sini. Terbukti, salah satu rekan saya, Pak Isnarwanto, terjatuh dari motornya ketika beliau mencoba menghindari jalanan berlubang. Beruntung ada Pak Dahlan yang membawa mobil…Pak Is bisa beristirahat di dalam mobil dan teman saya yang dibonceng, Addo, membawa motornya Pak Is.

Setelah jalan jauh, akhirnya kami sampai di akhir jalan, berupa pertigaan…kami belok kiri ke arah Ujung Genteng. Menurut Google Maps sih seharusnya belok kanan saja, lebih cepat…tapi kami jadinya belok kiri saja karena lebih pasti jalannya (ada papan penunjuk jalan). Jalan lagi sampai ada persimpangan, ke kiri ke Ujung Genteng dan ke kanan ke Ciletuh. Kami belok kanan…dan jalannya semakin hancur. Banyak lubang dan batuan lepas. Aspal sudah hampir punah di jalan ini, hahaha. Tapi lama-lama jalanan menjadi bagus…akhirnya ada tulisan Ciletuh belok kiri dan jalannya sudah mulus, yeay!

Belok kiri, lanjutkan perjalanan, dan kami pun sampai di Panenjoan (tempat untuk melihat pemandangan). Pemandangannya indah sekali, rasa capek dan lelah saya langsung hilang seketika.

Pemandangan dari Panenjoan.

Pemandangan dari Panenjoan.

Puas melihat pemandangan dan foto-foto, kami melanjutkan perjalanan. Jalannya berkelok dan menurun. Lumayan tajam dan curam, tapi aspalnya mulus. Akhirnya kami pun sampai di pantai. Sayangnya pantai di sini airnya keruh dan pasirnya coklat.

Suasana pantai di sore hari.

Suasana pantai di sore hari.

Walaupun begitu, kami tetap menyempatkan untuk menikmati pemandangan dan foto-foto sedikit. Hari semakin gelap, saya pun bergegas untuk mencari tempat menginap. Tanya sana tanya sini, rata-rata tempat menginap di sini berupa home stay, dimana kita tinggal bersama warga lokal. Jarang ada tempat yang berupa hotel atau losmen…beruntung kami bertemu Kang Egen yang menyewakan sebuah tempat menginap berupa rumah warga yang memang khusus untuk disewakan. Harganya murah: 350 ribu rupiah untuk 10 orang per malam. Berhubung kami berjumlah 15 orang, harganya menjadi 400 ribu rupiah. Lihat dulu lokasi dan bentuk rumahnya…rumahnya lumayan besar: empat ruang tidur, satu ruangan besar di tengah dilengkapi alas tidur (ada banyak, saya nggak ngitung ada berapa alas tidurnya), satu kamar mandi dan satu dapur sudah lengkap dengan kompor+gas tabung ijo+peralatan masak (piring, katel, teko, sendok, garpu)+kulkas (sudah diisi gelas dan botol berisi air mineral). Merasa cocok, saya langsung saja bayar biaya sewanya.

Suasana ruangan tengah di rumah sewa. Maaf ngeblur hehe.

Suasana ruangan tengah di rumah sewa. Maaf ngeblur hehe.

Sesudah itu kami beristirahat sejenak, berbaring, gogoleran dan mandi. Kami pun mencari tempat makan malam…kebetulan ada warung makan kurang lebih 300 meter dari rumah sewa. Masuk, lihat menu, tanya harga…menunya terdiri dari ayam bakar, udang goreng tepung saus asam manis, ikan bakar, tumis kangkung, tahu, tempe, lalab dan sambal. Harganya 30 ribu rupiah per orang…murah juga. Langsung saja saya sepakati dan kami harus menunggu sekitar 1 jam sebelum makanan siap dihidangkan. Makanan tiba dan kami pun makan dengan lahap. Obrolan dan bincang-bincang kami yang biasanya ramai, langsung sunyi senyap ketika makanan tiba, hahaha! Makanannya enak, terutama udang asam manis dan sambalnya. Mantap!

Sedaap! (ayam bakarnya ketutupan, hihihi)

Sedaap! (ayam bakarnya ketutupan, hihihi)

Setelah selesai makan malam, kami ngobrol-ngobrol sebentar…rasa lelah yang terakumulasi dan perut yang sudah kenyang membuat kami semua mengantuk. Kami pun kembali ke rumah sewa dan tidur untuk siap-siap menjelajahi Ciletuh esok hari. (Bersambung ke bagian 2)

Advertisements

2 thoughts on “Touring ke Ciletuh Geopark, Sukabumi (Bagian 1)

  1. […] menggunakan Yamaha X-Ride untuk melakukan touring Bandung-Ciletuh-Bandung selama 2 hari sejauh 500 kilometer. Berikut beberapa poin yang saya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s