Beasiswa S2 di luar negeri berbasis kompetisi/quiz melalui Sqore.com

Saya akan berbagi pengalaman saya mengikuti kompetisi/kuis berhadiah beasiswa S2 di luar negeri. Adapun kompetisi/kuis yang dimaksud adalah kompetisi yang bersifat akademik, jadi semua orang memiliki kesempatan yang sama: orang ber-IPK tinggi maupun rendah, aktif berorganisasi maupun tidak, alumni perguruan tinggi terkenal maupun biasa saja, orang kaya maupun kurang mampu, semua dinilai berdasarkan hasil dari kompetisi. The best wins the competition!

Sqore: Opportunities for all.

Kompetisi yang dimaksud adalah kompetisi berbasis online melalui website Sqore.com. Di website ini, kita memiliki kesempatan bersaing dengan orang lain untuk mencari beasiswa S2 baik partial scholarship maupun full scholarship, mendapatkan hadiah uang ribuan sampai ratusan ribu euro, mendapatkan travel grant ke sebuah university atau perusahaan ternama, bahkan mencari kerja di sebuah perusahaan.

KTH Master’s Challenge 2016

Hal yang akan saya ceritakan adalah pengalaman saya mengikuti KTH Master’s Challenge 2016. Kompetisi ini diadakan oleh KTH, salah satu top university di Sweden, bahkan di Europe (untuk bidang Technology). KTH Master’s Challenge dibagi menjadi beberapa bidang, diantaranya adalah Vehicle Engineering, Aerospace Engineering, dan Electric Power Engineering. Kompetisi tersebut juga kebetulan dibagi lagi untuk beberapa negara, yang saya lihat waktu itu untuk India dan Indonesia. Jadi ada India Master’s Challenge dan Indonesia Master’s Challenge.

Hadiahnya sangat menggiurkan:

  • Aerospace Engineering: Full-time scholarship at KTH Aerospace Engineering Master Programme, accommodation and living cost fully provided by SAAB, and a 6-month internship at SAAB. (Can you imagine, an internship at SAAB?!)
  • Vehicle Engineering: Full-time scholarship at KTH Vehicle Engineering Master Programme. (Pada waktu itu, kebetulan perusahaan yang mau menjadi sponsor sedang dicari…intinya jenis hadiahnya ingin disamakan dengan Aerospace Engineering Challenge).
  • Electric Power Engineering: Nggak inget 😀

Oh iya, hadiah tersebut hanya berlaku untuk juara pertama saja. Untuk juara kedua dan ketiga akan mendapatkan Letter of Acceptance dan gratis biaya pendaftaran kuliah sebesar 1500. Pemenang diumumkan di Swedish Embassy’s Residence dan juara pertama, kedua dan ketiga mendapatkan akses gratis menginap satu malam di hotel berbintang. (waktu itu sih saya menginap di hotel Century Park dekat Stadion GBK…lumayan ketemu artis 😀 )

Adapun challenge yang saya ikuti adalah KTH Master’s Challenge: Vehicle Engineering…karena cuma itu kompetisi yang eligible bagi saya, berhubung saya alumni Teknik Mesin. Urutan kompetisi ini adalah sebagai berikut:

  • Seleksi akademis: Kemampuan akademik peserta akan dites melalui beberapa pertanyaan berupa kuis.
  • Seleksi administrasi: Sebanyak 20 peserta yang lolos seleksi akademis dengan nilai terbaik akan melalui tahap seleksi administrasi sesuai dengan persyaratan universitas.
  • Interview: Sebanyak 5 peserta yang lolos seleksi administrasi akan melalui tahap Interview dengan Ketua Program Studi di jurusan terkait (dalam hal ini, Vehicle Engineering Master Programme) menggunakan Skype.

Untuk kuis pilihan ganda dan essay, dibagi menjadi empat bagian:

  • Logical Reasoning Challenge: Kuis pilihan ganda, semacam Tes Potensi Akademik. Yah mirip-mirip psikotes lah.
  • Swedish Society Challenge: Kuis pilihan ganda, temanya tentang Sweden and its culture. Kalau anda penggemar Scandinavia atau penggemar Swedish culture, seharusnya mudah-mudah saja melewati challenge ini. Saya sendiri kebetulan penggemar European culture, dan Scandinavian countries menarik hati saya, namun demikian saya tidak terlalu tau secara detail sejarah dan kulturnya, hahaha.
  • Vehicle Engineering Challenge: Kuis pilihan ganda dan essay. Untuk pilihan ganda, KTH akan memberikan beberapa pertanyaan tentang permasalahan di Teknik Kendaraan. Sedangkan untuk essay, pada waktu itu KTH meminta saya untuk mengemukakan pendapat saya tentang kendaraan masa depan dari sisi teknologi apa yang dipakai dan faktor-faktor penting apa saja yang dapat mempengaruhinya.
  • Motivation: Ini sebenarnya lebih seperti motivation letter; kenapa KTH harus memilih saya sebagai pemenang, kenapa saya memilih KTH untuk tempat studi saya selanjutnya, dan sebagainya.

Perlu diingat, untuk kuis pilihan ganda, waktu sangat terbatas. Saya lupa pastinya berapa, tapi kalau tidak salah ada 10 pertanyaan, masing-masing pertanyaan hanya diberi waktu 10 detik untuk menjawab. Untuk kuis essay dan motivation, tidak ada batasan waktu. Tapi challenge ini ada deadline-nya juga, jadi jangan lupa untuk diselesaikan.

Saya sempat ragu akan jawaban saya, sehingga saya berhenti di bagian essay…tapi suatu hari, Amy, dari Sqore, menelepon saya bahwa jawaban yang saya berikan memiliki peluang untuk menang, jadi saya lanjutkan saja. Thank you Ms. Amy Ma for the support!

Seleksi Administrasi

Dari seluruh peserta, akan dipilih top-20 peserta dengan nilai terbaik untuk masuk ke tahap berikutnya yaitu seleksi administrasi. Secara umum, ada dua jenis administrasi yang harus dipenuhi:

  1. General requirements: Transkrip akademik, ijazah (keduanya dalam bahasa inggris), sertifikat kemampuan bahasa inggris (TOEFL iBT minimal 90, IELTS minimal 6.0), identitas diri (bisa berupa passport atau KTP).
  2. Specific requirements: Syarat-syarat minimum untuk jurusan yang dituju. Untuk ini bisa dilihat di website KTH di bagian jurusan yang dituju. FYI, waktu itu syaratnya adalah GPA minimal 75% (3.0 out of 4.0), nilai untuk mata kuliah tertentu yang berhubungan dengan Mathematics (Linear algebra, differential and integral calculus, differential equations and transforms and numerical analysis corresponding to at least 25 ECTS), Mechanics and Physics (Rigid body mechanics, solid mechanics and thermo-dynamics), Fluid mechanics dan Control Theory memenuhi nilai minimum (saya tidak tahu persis berapa nilai minimumnya).

FYI lagi, sebenarnya ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi oleh saya seperti GPA dan TOEFL iBT yang di bawah nilai minimum, dan nilai untuk beberapa mata kuliah yang berhubungan dengan Vehicle Engineering cenderung menengah ke bawah…tapi ternyata saya lolos seleksi administrasi! Inilah enaknya mencari beasiswa di Sqore; ini tentang kompetisi, jika kita bisa buktikan bahwa kita memiliki kemampuan yang mumpuni, syarat-syarat administrasi bisa di by-pass!

Interview

Selanjutnya top-5 terbaik dari top-20 akan diwawancara oleh ketua program studi jurusan yang dituju via Skype. Sebelumnya pihak Sqore akan membuat janji terlebih dahulu kapan waktu untuk wawancara dan juga akan bertanya tentang ID Skype yang kita miliki. Ada baiknya kita memilih waktu dan suasana yang tenang dan jauh dari keramaian, agar kita bisa fokus dalam menjawab pertanyaan.

Waktu itu interviewer menanyakan beberapa hal:

  • Tolong ceritakan tentang diri Anda.
  • Mengapa Anda memilih jurusan yang Anda jalani (S1)?
  • Mengapa Anda memilih jurusan yang Anda tuju (S2)?
  • Anda akan menjalani perjalanan ke luar negeri dan kehidupan di luar negeri. Tentunya akan ada beberapa rintangan. Sudah siapkah Anda untuk menempuh studi di KTH?
  • Apa yang Anda lakukan jika Anda diterima di KTH?
  • Apa yang Anda lakukan jika Anda tidak diterima di KTH?
  • Ceritakan tentang diri Anda dalam 5 tahun ke depan.

Tips: Sebelum interview via Skype, buatlah beberapa catatan atau poin-poin penting tentang diri kita di Notepad.exe, dan bukalah Notepad pada saat interview! Trik ini cukup membantu jika kita lupa atau nge-blank pada saat diwawancara. Saya melakukan trik ini dan berhasil membuat saya lolos ke tahap berikutnya.

Pengumuman

Dari top-5 akan dipilih top-3 dan hanya ada satu pemenang yang mendapatkan hadiah utama. Dua lainnya hanya mendapatkan LoA.

Sensor :D

Sensor 😀

Saya sendiri menjadi runner-up di kompetisi ini, dan status saya sudah diterima di KTH Vehicle Engineering Master Programme. Saya pun mendapatkan LoA. Tapi saya tidak ambil kesempatan ini, karena tidak punya uang untuk kuliah di sana…walaupun sebenarnya bisa diakali dengan mendaftar beasiswa lain seperti LPDP misalnya, saya tidak mau. Saya punya alasan tersendiri mengapa saya tidak mau mengambil beasiswa LPDP.

***

Sekian informasi dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Beasiswa S2 di luar negeri berbasis kompetisi/quiz melalui Sqore.com

  1. […] mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) di Vehicle Engineering Master Programme KTH Royal Institute of Technology…. Tapi saya tidak lanjutkan kesempatan itu karena masalah biaya. Teman-teman menyarankan untuk […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s