Tentang Proton dan Mobil Nasional

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel berita yang berjudul “Jokowi Tunjuk Proton Kembangkan Mobnas Indonesia.” Padahal, kemarin-kemarin sedang panas-panasnya berita tentang iklan alat penyedot debu kontroversial dari Malaysia yang bernada merendahkan Indonesia (‘Fire your Indonesian maid now!‘).

Perasaan saya campur aduk, antara marah, kecewa, dan geregetan. Di saat KPK sedang berseteru dengan POLRI, Pak Presiden belum memutuskan solusinya bagaimana…eh ditinggal ke Malaysia. Awalnya saya pikir Pak Presiden mau membahas tentang iklan kontroversial itu, eh ternyata malah tandatangan kerjasama mobnas. Kirain sama perusahaan bonafide, eh ternyata malah sama PROTON, yang produknya gak laku di sini, bahkan di negeri asalnya sendiri pun gak laku.

Kenapa PROTON?

Presiden Jokowi dan Chairman Proton Mahathir Mohammad saat berkunjung di pabrik Proton seperti foto yang dimuat di Bernama.com. (sumber: kompas.com)

Presiden Jokowi dan Chairman Proton Mahathir Mohammad saat berkunjung di pabrik Proton seperti foto yang dimuat di Bernama.com. (sumber: kompas.com)

Ini pertanyaan yang paling pertama terlintas di pikiran saya. Kenapa memilih PROTON sebagai pengembang mobil nasional? Saya pikir ada banyak perusahaan yang lebih kompeten daripada PROTON dalam hal kemampuan dan pengalaman memproduksi mobil. Terlebih lagi, Indonesia kan sudah ada ASTRA yang bekerjasama dengan Toyota dan Daihatsu, kenapa gak kerjasama aja sama mereka? Produknya juga sudah teruji laris di pasaran, seperti Avanza/Xenia dan Kijang series.

Ini kok malah kerjasama dengan PROTON? Sepengamatan saya liat di jalanan, mobil PROTON banyaknya cuma jadi mobil taxi. Mobil pribadi yang bermerk PROTON memang pernah saya lihat, tapi cuma sekali, sangat jarang berkeliaran di jalanan.

Selain itu, PROTON kan berasal dari Malaysia. Sedangkan beberapa hari sebelumnya sedang ramai kontroversi iklan penyedot debu kontroversial. Bangsa kita direndahkan, kok beberapa hari setelahnya malah kerjasama dengan Malaysia? Kesannya kan Indonesia seperti negara yang lemah, tidak punya harga diri, sudah diinjak-injak masih saja mau bekerja sama dengan Malaysia.

Tidak Jelas dan Terkesan Bermuatan Politis

Kerjasama PROTON untuk mengembangkan mobnas juga terkesan aneh. Proton Holdings Bhd menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) untuk membantu Indonesia belajar membangun, mengembangkan, dan memproduksi mobil nasional (mobnas). Nah, di sinilah keanehannya.

PT Adiperkasa Citra Lestari itu merupakan perusahaan milik mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono. Menurut Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), nama perusahaan tersebut tidak pernah terdengar sebelumnya. Bahkan para anggota Gaikindo pun saling bertanya, karena memang tidak ada yang tahu tentang perusahaan tersebut. Mereka juga tidak tahu bahwa AM Hendropriyono memiliki perusahaan otomotif.

Selain itu, PT Adiperkasa juga tidak jelas. Menurut database Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, hanya ada satu perusahaan bernama Adiperkasa Citra Lestari. Perusahaan tersebut terletak di Komplek Rukan Tendean Square 26, Jl. Woltermonginsidi 122 – 124 Jakarta Selatan, tapi sudah berubah menjadi Kantor Notaris Muhammad Hanafi. (sumber)

Ruko di Kompleks Rukan Tendean Square, Jakarta Selatan, yang disebut di data Sisminbakum sebagai kantor PT Adiperkasa Citra Lestari, perusahaan A.M. Hendropriyono. Foto: Frederik Tarigan/Pawa Pos (sumber: jpnn.com)

Aneh kan, perusahaan yang menangani proyek berskala nasional kok tidak jelas begitu. Saya juga sudah berusaha mencari di Google, tapi website resmi perusahaan tersebut tidak saya temukan. Bagaimana mau mencari alamat perusahaan kalau website resminya saja tidak ada.

Walaupun proton di mata saya bukan perusahaan top dalam hal industri otomotif, tapi setidaknya proton sudah mampu memproduksi mobil sendiri dan merupakan perusahaan yang jelas. Tapi kok perusahaan sekelas Proton mau kerjasama dan menandatangani dengan perusahaan tidak jelas seperti PT Adiperkasa?

Bukan Untuk Mobnas (???)

Menurut menteri perindustrian, Pak Saleh Husin, kerja sama dengan Proton bukanlah untuk Mobil Nasional. Katanya, itu hanya sekedar kesepakatan antara private to private (B to B) saja, jadi bukan keputusan pemerintah. Benarkah? Lihat foto di bawah ini:

Terlihat jelas kan tulisan ‘INDONESIA NATIONAL CAR’ ? (Sumber: detik.com)

Ini dari website Proton sendiri: (sumbernya)

PROTON Holdings Berhad (“PROTON”) today announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) with PT. Adiperkasa Citra Lestari (“PT ACL”) to establish cooperation ties between Malaysia and Indonesia (“Parties”) in relation to the development and manufacturing of Indonesia National Car.

Siapa yang tidak bingung dan curiga mendengar pernyataan pak menteri bertolak belakang dengan foto dan isi website Proton tersebut? Katanya B to B saja, tapi kok sampai dihadiri Presiden dan Perdana Menteri segala? Proton sendiri sudah menyebutkan mau mengembangkan dan memproduksi mobil nasional Indonesia kok.

Sejauh ini, terdapat beberapa poin:

  • Pak Presiden Jokowi
  • Proton (Chairman Proton: Mahathir Mohammad, mantan Perdana Menteri Malaysia)
  • PT Adiperkasa Citra Lestari (Pemilik: A.M. Hendropriyono, mantan kepala BIN)

Dari ketiga poin tersebut, dicari hubungan antara ketiganya, dan hasilnya adalah…

Jokowi, A.M. Hendropriyono dan Mahathir Mohammad

Bagi yang belum tau, A.M. Hendropriyono merupakan tim sukses presiden Jokowi pada pilpres 2014 silam. Pak Hendropriyono juga merupakan Kepala Badan Intelijen Negara semasa pemerintahan presiden Megawati, yang diangkat pada tanggal 9 Agustus 2001. Sebagai mantan Kepala BIN, tentunya pak Hendropriyono sudah paham betul tentang pergerakan di balik layar. (sumber)

Lalu bagaimana dengan Mahathir Mohammad? Mahathir Mohammad adalah seorang mantan Perdana Menteri Malaysia yang katanya merupakan sahabat lama dari Megawati Soekarnoputri. Saya sempat menemukan foto antara Megawati, Mahathir Mohammad dan Jokowi:

Megawati, Mahathir Mohammad, dan Jokowi. Sumber: tempo.co

Megawati, Mahathir Mohammad, dan Jokowi. Sumber: tempo.co

Foto tersebut saya peroleh dari website Tempo (http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/15/269570748/Mahathir-Mohammad-Doakan-Jokowi-Sukses). Menurut sumber, foto tersebut diambil setelah dilakukan pertemuan tertutup antara dirinya dengan Megawati dan Jokowi pada 14 April 2014 silam. Mahathir juga mendoakan agar Jokowi sukses menjadi presiden Indonesia. Bahkan, menurut jpnn.com (http://www.jpnn.com/read/2014/05/02/232063/Sebut-Warga-Malaysia-Heran-Mahathir-Dukung-Jokowi-), Mahathir mendukung Jokowi. Padahal, menurut tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, Mahathir dikenal sebagai antidemokrasi namun tiba-tiba mendukung Jokowi yang dianggap sebagai simbol demokrasi. Apa yang sebenarnya terjadi pada pertemuan tertutup antara Mahathir dengan Megawati?

Nah…dari beberapa artikel yang saya temukan tersebut, muncul hubungan-hubungan antara Megawati, A.M. Hendropriyono, Jokowi, dan Mahathir Mohammad:

  • A.M. Hendropriyono: Kepala BIN pada zaman pemerintahan Megawati, tim sukses Jokowi
  • Mahathir Mohammad: Sahabat lama Megawati, mendukung Jokowi pada pilpres lalu
  • Jokowi: Presiden Indonesia yang juga merupakan petugas partai PDIP. Berarti Jokowi merupakan petugasnya Megawati yang notabene merupakan Ketua Umum PDIP

Jadi….

Silakan disimpulkan :D

Silakan disimpulkan 😀

…semua mengarah kepada Megawati. Kesimpulannya? Silakan disimpulkan sendiri 😀

Sekian opini dari saya. Mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan.

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Proton dan Mobil Nasional

  1. Salam kenal. Wah kebetulan saya juga menulis tema yang sama. Jika berkenan boleh mampir di :

    Kenapa Harus Proton?
    https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2015/02/09/kenapa-harus-proton/

    Mudah-mudahan bisa melengkapi perspektif M Rifky

    • Salam kenal juga. Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
      Saya sudah mampir di blog Anda, tulisannya menarik dan bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s