Supir truk (part 1)

Saya suka banget sama truk, terutama truk gandeng. Itu loh, yang biasa dipakai buat narik trailer dari/ke pelabuhan.

Waktu saya masih kecil dulu, saya sering jalan-jalan ke luar kota bersama ayah dan ibu tercinta naik mobil Toyota Kijang Super tahun 1992 warna biru dongker yang setia menemani ayah saya bekerja. Ketika perjalanan mulai memasuki jalan raya di pegunungan, perasaan saya langsung senang dan excited gitu hahaha. Jalan meliuk-liuk ditambah tanjakan maut dan dikelilingi pohon-pohon besar khas jalan raya pegunungan membuat saya terkagum-kagum. Waktu itu, jalannya masih bagus, mulus, cat pembatas jalan masih terlihat dengan jelas, pokoknya nyaman banget. Cadas Pangeran dan Nagreg menjadi track favorit saya, karena dari dulu sampai sekarang paling jauh cuma pergi ke Cirebon dan Tasikmalaya aja hahaha. (btw, sekarang saya ada di Madiun, akhirnya merasakan pergi jauh, gak cuma ke Cirebon dan Tasikmalaya aja hahaha)

Di tengah-tengah perjalanan ke luar kota tersebut, tidak jarang kami temukan truk-truk besar yang kelihatannya mengangkut muatan berlebih. Ibu saya khawatir kalau kami sudah berdekatan dengan truk-truk besar, sieun katindihan (takut tertindih) katanya. Tapi kalau saya malah seneng banget kalau ada truk besar semacam itu. Apalagi kalau truk itu lagi nanjak di belokan, keren cuy. Ukuran truk yang besar memancarkan kesan kuat, tangguh dan gagah, ditambah raungan mesin yang bunyinya nge-bass khas mesin diesel ber-cc besar, lampu hazard yang entah kenapa selalu dinyalain sama supirnya, suara turbo dan bunyi cess..ssshhh.. khas rem angin membuat saya semakin terkagum-kagum, keren banget lah pokoknya. Kalau ada truk besar, saya suka ngomong ke ayah saya: “Pah, mbin tok pah! Mbin tok pah!” (artinya: pah, mobil truk pah). Sampai sekarang saya masih ingat kelakuan saya itu, begitu juga dengan ayah saya. Kalau lagi ngobrol berdua, lalu keingetan itu pasti pada ketawa-ketawa šŸ˜€

Karya oom jejef. Sumber: bismania.com

Karya oom Jeff.
Sumber: bismania.com

Sejak saat itu lah saya menyukai truk, dan sampai sekarang pun saya masih menyukai truk. Saya pengen tau, gimana ya rasanya nyupir truk bermuatan. Untuk mengobati rasa penasaran itu, saya memainkan game truck simulator semacam King of The Road, 18 Wheels of Steels dan Euro Truck Simulator. Kalau lagi main game itu, saya suka berimajinasi, berpura-pura jadi supir truk. Duh, keliatannya kayak anak kecil ya? Tapi apa daya, mau nyupir truk gak kesampaian, hahaha. Dari game-game tersebut, saya jadi tau bermacam-macam truk yang dipakai di luar negeri sana: Scania (favorit saya nih), Volvo, MAN, Mercedes-Benz, Renault, Iveco, dan lain-lain. Ternyata truk di sana lebih keren lagi. Interior mewah, ditambah lagi ada tempat tidurnya. Wah makin penasaran gimana ya rasanya jadi supir truk kalau truknya kayak begitu..

Kayaknya nyaman ya... Sumber: http://www.freightlinertrucks.com

Kayaknya nyaman ya…
Sumber: http://www.freightlinertrucks.com

Bayangin kalau punya truk kayak begitu. Setiap hari nyupir truk, melewati jalan meliuk, menanjak dan menurun, melewati pegunungan dengan pemandangan indah..kalau capek, tinggal tidur di sana, besok lanjut lagi, terus begitu sampai akhirnya tiba di tujuan, dapet uang deh. Ternyata pendapatan supir truk di luar negeri lumayan juga loh, bisa beli rumah sendiri. Ceritanya akan saya lanjutkan lagi nanti, sekarang udah ngantuk ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s