Telaga Sarangan – Cemoro Sewu

Dua teman seperjuangan saya dalam program magang di PT INKA meninggalkan Madiun untuk sementara waktu karena ada urusan pribadi. Yang satu pulang ke Klaten, yang satu lagi pergi ke Yogyakarta. Alhasil, saya ditinggal sendirian di Madiun, hiks… 😦

Tapi teman saya yang berasal dari Klaten, Yusuf a.k.a. Ucup, mewariskan sesuatu kepada saya, yaitu sepeda motor kesayangannya Honda Supra X 125 keluaran tahun 2007 berwarna hitam. Ucup berkata: “Daripada diem di kosan, mending jalan-jalan ke Cemoro Sewu. Dingin banget di sana.”

Wah, kebetulan nih, saya suka banget tempat yang dingin-dingin, hehe. Sebelum pergi, saya liat-liat dulu rute perjalanannya lewat Google Maps. Ternyata mudah sekali rutenya, tinggal ngikutin jalan gede saja. Sebelum sampai di Cemoro Sewu, saya lihat di Maps ada Telaga Sarangan. Saya pun teringat kata-kata Pak Lukman, bapak kost saya. Katanya begini: “Udah pernah jalan-jalan di sekitar sini belum? Main tuh sana ke Telaga Sarangan, tempatnya bagus.” Saya putuskan untuk mampir dulu ke Telaga Sarangan sebelum ke Cemoro Sewu.

Saya berangkat pukul 07.45. Saya nyari makan dulu, tapi susah sekali nyari makan di sini (biasanya kalo weekend susah nyari makan hahaha). Setelah muter-muter gak jelas, akhirnya ada juga warung makan yang buka deket rel kereta api. Nasi, brokoli, oseng tempe, dan tahu balado jumbo, cuma Rp 5000 saja. Mantap. Setelah itu, saya mampir ke warung, beli minum dan sedikit penambah energi (baca: beng-beng 😀 ), lalu saya memulai perjalanan, mengikuti rute yang telah saya tentukan menggunakan Google Maps.

Jalan lurus melewati rel kereta api, lalu belok mengikuti papan petunjuk yang mengarah ke Magetan, melewati Ringroad Barat. Baru sebentar, saya sudah terpana. Jalannya mulus, kosong, bersih dan asri. Hawa panas Madiun jadi tidak terasa! Tidak jauh dari ringroad, saya disuguhi hamparan sawah yang sudah mulai jarang terlihat di kota-kota besar seperti Bandung.

 

Jalan Ringroad Barat.

Jalan Ringroad Barat.

Sawah.

Sawah.

Perjalanan pun berlanjut menuju Magetan. Jalannya kosong dan mulus, pengemudinya juga tertib-tertib semua. Kalau ada lampu merah, mereka berhenti di belakang garis dan tetap berhenti walau jalannya kosong. Suatu hal yang jarang ditemukan di kota-kota besar, yang biasanya suka main terobos walau lampu masih merah. Salut!

Beberapa saat kemudian, akhirnya saya sampai juga di Magetan. Hal yang menakjubkan adalah, 95% pinggir jalan di sini ada pohonnya! Udaranya bersih dan lumayan sejuk, berbeda dengan Madiun. Coba Bandung masih seperti dulu, banyak pohon seperti ini…pasti nyaman banget.

100_7322

Magetan. Banyak pohonnya!

Magetan. Banyak pohonnya!

Lanjut lagi perjalanan, sesekali saya lihat lokasi memakai GPS. Ternyata…saya nyasar, tapi kalau dilihat sih masih bisa tembus ke rute utama. Jalanan mulai berkelok-kelok dan menanjak…hingga akhirnya saya melewati Telaga Wahyu. Tempatnya kecil dan tidak ramai, tapi bagus juga.

100_7271

Telaga Wahyu.

Telaga Wahyu.

Lanjut lagi perjalanan…tapi ada yang aneh. Bagian belakang goyang-goyang gak jelas…walah, ternyata bannya bocor! Gawat, di tempat begini sih mana ada tukang tambal ban. Saya pun bertanya pada salah satu pemilik warung, dimana tempat tambal ban terdekat. Saya harus turun dulu, lumayan agak jauh, sekitar 2 kilo-an lah. Setelah gual-geol gak jelas, akhirnya saya menemukan tukang tambal ban. Bayar Rp 6000, lalu saya balik lagi ke atas, melanjutkan perjalanan.

100_7279

100_7283

Mulai masuk hutan..

Mulai masuk hutan..

Di tengah perjalanan, ada papan penunjuk jalan yang mengarah ke Telaga Sarangan. Saya putuskan untuk mampir dulu ke sana. Tapi begitu masuk..wah kok ramai banget. Nanti aja deh mampirnya. Saya balik lagi ke jalan utama, lalu meneruskan perjalanan ke Cemoro Sewu. Jalan dari Sarangan ke Cemoro Sewu nanjak ekstrim cuy…alhasil saya harus menggunakan gigi 1 terus, hehe..

Lama-lama, hawa semakin dingin. Tapi seger bro. Jalannya pun nanjak terus, hingga akhirnya saya sampai juga di Cemoro Sewu. Kabut dan awan terlihat sangat dekat di sini. Di satu sisi cerah, dan di sisi lainnya gelap. Mantep banget.

100_7289

100_7290

100_7291

100_7298

Cemoro Sewu.

Cemoro Sewu.

Karena tubuh mulai kedinginan, saya putuskan untuk kembali ke ‘rumah.’ Sewaktu perjalanan pulang, ada rombongan moge alias motor gede, lengkap dengan racing suit. Kenceng banget jalannya, saya hampir ditabrak, haduh. Suara merdu dari moge 4 silinder itu…bikin saya kangen sama Honda CB400 Superfour saya yang dulu.

Tidak lupa saya mampir dulu ke Telaga Sarangan, karena penasaran. Walaupun saya gak suka tempat yang banyak orang dan ramai gak jelas, tapi saya paksakan saja untuk masuk ke dalam. Di sekeliling daerah sini, banyak sekali orang berjualan, mulai dari baju, celana, sandal, makanan, oleh-oleh, dan lain-lain. Ada juga yang menawarkan jasa, seperti hotel (banyak banget nih hotel) dan naik kuda.

Saya pun sampai di Dermaga 1 Telaga Sarangan. Wah, ternyata tempatnya indah juga. Airnya bersih dan berwarna hijau. Ada yang menawarkan jasa keliling telaga menggunakan speedboat, cukup bayar Rp 50000 sekali putar. 1 Speedboat bisa muat 4-5 orang (termasuk pengemudi). Pengen nyobain sih, tapi karena saya cuma sendiri, nanti bayarnya mahal. Jadinya saya cuma foto-foto aja.

100_7304

100_7306

 

Telaga Sarangan.

Telaga Sarangan.

Pusing karena banyak orang gak jelas, saya pun memutuskan untuk pulang. Saya cuma bayar parkir motor Rp 2000 saja. Bingung juga, sebenarnya harus bayar tiket masuk atau nggak sih? Ya udah lah, yang penting bisa keluar. Saya mampir dulu di masjid berkubah emas di tengah perjalanan kembali ke Magetan untuk menunaikan solat dzuhur. Masjidnya bersih dan besar. Tapi kok ga ada namanya ya?

Masjid berkubah emas tak bernama.

Masjid berkubah emas tak bernama.

100_7315

100_7316

100_7319

100_7318

Setelah solat dan meneduh sebentar, saya kembali ke kost dengan selamat, Alhamdulillaah. Sekian cerita saya di perjalanan solo touring ini.

More Pics:

100_7311

100_7310

100_7303

100_7302

100_7269

100_7293

100_7298

100_7292

100_7299

100_7294

100_7296

100_7295

Advertisements

One thought on “Telaga Sarangan – Cemoro Sewu

  1. […] Jalanan Ringroad Barat via rifkyhimself.wordpress.com […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s