Tingkah Laku Pengendara Yang Menyebalkan (dan Membahayakan)

Seiring bertambahnya pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, semakin banyak saya temui tingkah laku pengendara yang membuat saya (dan mungkin pengguna jalan yang lain) kesal. Kesal ini bukan tanpa sebab. Masalahnya, perilaku tersebut dapat membahayakan tidak hanya pelakunya itu sendiri namun para pengguna jalan lainnya. Gara-gara itu, saya udah dua kali mencium aspal…untungnya ada helm yang melindungi kepala saya (saya lebih sering pakai motor daripada mobil hehe).

Ketika berkendara, keselamatan adalah nomor satu. Gak apa-apa motor/mobil mogok, rusak, ringsek asal pengemudinya selamat. Saya pernah menjadi korban perilaku-perilaku bodoh yang akan saya sebutkan di bawah ini. Akibatnya, selain motornya rusak, badan saya juga rusak. Lutut kiri luka dalam, sampai kelihatan daging bagian dalamnya, kalau dilihat dari samping, lutut saya ini udah seperti kawah bentuknya, udah seperti mangkok. Sakitnya bukan main, gak diapa-apain juga udah sakit, apalagi kalau digerakin. Ditambah lagi luka-luka lainnya, duh gak enak banget deh pokoknya. Yang paling parah, tulang tangan kiri mengalami dislokasi. Yang ini nih sembuhnya lama banget, bahkan setelah hampir 2 tahun, masih terasa sakitnya. Kalau ke undangan dan makannya terpaksa berdiri, mau gak mau tangan kiri harus nahan piring kan…ya saya paling kuat cuma nahan 2 menitan. Pokoknya, tangan kiri ini jadi lemah, rasanya gak sekuat yang dulu.

Nih contoh beberapa tingkah laku pengendara yang membahayakan:

Lampu sign

Walaupun menyalakan lampu sign ini terlihat sepele, namun di mata para pengguna jalan yang baik dan benar, hal ini sangatlah penting. Entah sudah berapa kali saya temukan kasus menyalakan lampu sign ini membahayakan saya. Ada yang mau belok, tapi nggak nyalain lampu sign. Ada yang nyalain lampu sign-nya ke kiri, eh beloknya ke kanan. Ada lagi yang baru nyalain lampu sign tepat ketika dia belok. Haduh..sungguh memprihatinkan dan membahayakan.

Jalan di lajur kanan, tapi lambat

Nah yang ini sangat membuat saya kesal. Tidak sedikit diantara para pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, melakukan hal ini. Masalahnya, orang-orang itu tuh kalau diklakson (atau dikasih dim kalau malam hari) tidak bergeming, tetep aja jalan santai di kanan. Lajur kanan itu kan digunakan untuk mendahului, kalau lajur kanannya dipake buat bersantai, ya mau ga mau mendahuluinya dari kiri, dan ujung-ujungnya membahayakan pengendara lain juga deh.

Jalan di tengah

Gak jarang juga ada yang jalannya di tengah. Biasanya hal ini dilakukan oleh para wanita yang mengendarai motor (no offense buat para wanita, tapi yang paling saya liat sih pelakunya ya para wanita), mobil juga ada sih. Ini juga sama aja kayak poin sebelumnya. Di klakson tetep aja di tengah. Yang bikin semakin mengkhawatirkan dan membahayakan yaitu yang pake motor ini, kok kayaknya gak yakin bawa motornya. Kalau memang belum lancar sih sebaiknya lancarin dulu mengendarainya, atau kalau memang terpaksa, jalannya di pinggir aja dong, biar ga membahayakan orang lain. Patut dicurigai tuh, punya SIM gak? Kalau punya…kok masih seperti itu bawa motor/mobilnya?

Ngobrol di tengah jalan

Nah kalau yang ini kasusnya khusus untuk pengendara roda dua. Entah apa yang ada di pikiran mereka, mereka dengan seenaknya jalan beriringan dengan kecepatan rendah sambil mengobrol (ya iyalah kecepatan rendah, kalau ngebut gimana ngobrolnya, gandeng ku angin 😀 ). Di klakson, tidak bergeming juga. Biasanya sih pelakunya anak-anak alay SMA gitu. Ya kadang-kadang ada juga sih pelakunya pemuda-pemuda alay. Pokoknya mayoritas pelakunya alay. Udah makan jalan, menghalangi dan memperlambat orang lain, membahayakan pula.

Touring club motor/mobil

Kasus ini juga menyebalkan. Ketika jalanan di kota sudah semakin sempit dan macet akibat pertumbuhan bangunan dan kendaraan yang semakin tidak terkontrol, orang-orang ini dengan seenaknya nyuruh pengguna jalan lain untuk minggir, seakan-akan jalan itu milik mereka. Kalau kata stiker yang suka ada di belakang motor mah: “Tan ton tan ton, gandeng goblog! Geus apal macet!”

Menggunakan HP sambil berkendara

Inilah yang paling menyebalkan dari semuanya. Para sosialita ini seakan-akan tidak bisa melepaskan perhatian pada smartphone-nya. Dikit-dikit liat HP, baru 10 detik berlalu, liat HP lagi. Hal itu juga mereka lakukan ketika berkendara. Mereka menganggap chatting lebih penting daripada nyawa. Punya smartphone tapi bodoh, ya begini nih. Baca juga: Naik Motor Sambil Main HP, Pemotor Tabrak Truk yang Sedang Parkir

Advertisements

8 thoughts on “Tingkah Laku Pengendara Yang Menyebalkan (dan Membahayakan)

  1. Emosi pisan bacanya ky. Pengalaman juga nemu yang begitu2 di jalanan. hahaha. Ada beberapa lagi yang super menyebalkan ky.

    Satu, kendaraan yang pake lampu sorot, baik lampu depan atau belakang. Hoi ini jalanan, bukan panggung buat konser. Ga usah pake lampu sorot juga keliatan kalii. Ngerusak mata orang aja deh. Jadi risih gitu kalo kebetulan papasan atau ada di belakang oknum yang kurang berpikir gitu. Haha. Masalahnya silau, jadi ga bisa liat 😦

    Dua, lebih bego lagi nih, pake kendaraan yang lampunya rusak atau ga nyala, khususnya di malam hari. Sumpah lah apa yang ada pikirannya, ga paham pisan. Udah tau gelap, malah ga pake lampu. Mikirnya dia mah yang penting dia bisa liat jalan, dan bisa liat sekitar. Tapi dia ga mikir kalo orang lain yang ga bisa liat dia. Minta diseruduk kali ya. *naha jadi emosi?* hahaha.

    • iya phi nomor satu menyebalkan PISAN! waktu itu pernah lagi naik motor, kena sorot lampu yang begitu, bekas lampunya terngiang2 di mata untuk beberapa menit hahaha..
      kalo yang nomor dua mah tabrak aja phi, bego banget itu mah (jahat kieu hahaha).

  2. huahaha. asli emosi pisan emang ky. 2 kasus di atas banyak nemu di jalanan pantura kalo aku mau pulang kampung. udah mah jalan belok-belok jelek ga manusiawi, ditambah aya nu kitu deui haha. pengen pisan ky ditabrak kalo aku pake panser mah. lebar da pake mobil sendiri mah ngke penyok bayar mahal deui ka bengkel :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s