OPOC Engine: Mesin 2-tak Masa Depan?

Mesin 2-tak menjadi pilihan bagi sebagian orang yang menginginkan mesin yang ringkas, ringan dan komponennya tidak banyak namun memiliki tenaga yang besar. Para pecinta sepeda motor khususnya para speed freak, rata-rata lebih suka memakai motor 2-tak karena tarikannya (akselerasinya) mantap dan lebih cepat mencapai top speed. Kenapa ya?

Hal ini dikarenakan mesin 2-tak hanya membutuhkan dua kali gerakan piston untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran, makanya disebut motor 2 langkah (2-tak, two-stroke). Mesin 4-tak membutuhkan empat kali gerakan piston untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran, sehingga pada saat mesin 4-tak baru setengah perjalanan, mesin 2-tak sudah selesai pembakarannya. Selain itu perawatannya pun lebih mudah karena konstruksi mesin 2-tak membutuhkan komponen yang lebih sedikit daripada mesin 4-tak. Itulah mengapa para jambret dan pembalap liar lebih senang menggunakan motor 2-tak seperti Yamaha RX-King dan Kawasaki Ninja; larinya cepat dan rawatnya mudah..hehehe.

Kawasaki Ninja 150 RR. Bermesin 2-tak. Favorit para speed freak.
Sumber: http://www.hdwallpapersinn.com/kawasaki-ninja-150.html

Dibalik semua keunggulannya itu, mesin 2-tak memiliki kerugian yang sangat besar. Mesin 2-tak ternyata boros bahan bakar. Walaupun pembakaran mesin 2-tak lebih cepat daripada mesin 4-tak, ternyata banyak bahan bakar yang tidak terbakar sempurna. Hal itu juga mempengaruhi emisi gas buang mesin 2-tak. Mesin 2-tak lebih banyak menghasilkan polusi daripada mesin 4-tak. Di sisi lain, akhir-akhir ini pemerintah sedang berusaha keras untuk menekan emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satu caranya adalah dengan menerapkan standar emisi EURO 3 yang akan diberlakukan mulai tahun 2014. Bila aturan EURO 3 mulai berlaku, maka hanya kendaraan-kendaraan ramah lingkungan saja yang dapat beroperasi di jalanan. Dengan demikian, motor 2-tak bisa dibilang akan segera punah. Sungguh suatu kabar yang mengecewakan bagi para pecinta mesin 2-tak.

Peter Hofbauer, seorang engineer asal Jerman, memiliki ide untuk menggunakan konsep mesin baru ketika dia sedang bekerja di perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen. Beliau mengajukan konsep mesin Opposed-Piston Opposed-Cylinder (OPOC), sebuah konsep mesin yang sebenarnya sudah pernah dibuat pada tahun 1900 oleh Gobron-Brillié (perusahaan asal Prancis) namun tidak mendapat banyak perhatian ketika itu. Lalu apa bedanya OPOC Engine dengan Engine biasa yang sering kita lihat sehari-hari?

Sebelum kita berbicara lebih lanjut ke OPOC Engine, mari kita review dulu proses pembakaran pada mesin 2-tak biasa. Berikut ini adalah proses pembakaran yang terjadi pada mesin 2-tak pada umumnya:

Pada saat campuran bahan bakar, udara dan oli samping masuk ke ruang bakar (proses intake), piston sedang melakukan proses kompresi (compression) campuran bahan bakar yang sebelumnya sudah ada di dalam ruang bakar. Ketika piston mencapai posisi puncak, busi akan memercikkan api dan campuran akan terbakar, menghasilkan gaya dorong ke bawah kepada piston. Ketika piston bergerak ke bawah, gas sisa pembakaran mulai bergerak keluar dan campuran bahan bakar yang sebelumnya sudah masuk terdorong oleh piston dan masuk ke silinder melalui transfer port. Siklus tersebut berlangsung secara terus menerus. Untuk melihat animasinya, klik di sini.

Sekarang, mari kita lihat konstruksi OPOC Engine:

Seperti yang tertera pada gambar, ada perbedaan signifikan antara desain mesin biasa dengan OPOC Engine. Pada mesin biasa, hanya terdapat satu buah piston pada satu silinder. Sedangkan pada OPOC Engine, terdapat dua buah piston pada satu silinder. Busi (untuk mesin bensin) atau nozzle injector (untuk mesin diesel) dapat diletakkan diantara dua piston pada satu silinder, sehingga OPOC Engine bisa diaplikasikan untuk mesin bensin dan mesin diesel.

            Sekarang mari kita lihat proses pembakaran pada OPOC Engine:

 Pada tahap ini, campuran bahan bakar masuk ke dalam silinder kiri dan pada saat yang bersamaan gas buang hasil pembakaran sebelumnya bergerak keluar menuju saluran gas buang. Selanjutnya, kedua piston akan bergerak mendekat untuk melakukan proses kompresi agar terjadi pembakaran. Pada silinder kanan, piston sedang bergerak menjauh akibat proses pembakaran.

Pada tahap ini, dua buah piston pada silinder kiri sedang bergerak menjauh akibat gaya dorong yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Pada saat yang bersamaan, dua buah piston pada silinder kanan sudah selesai proses pembakarannya. Gas buang hasil pembakaran bergerak keluar menuju saluran gas buang dan campuran bahan bakar baru mulai masuk ke silinder. Mesin ini dinamakan OPOC Engine karena arah piston yang saling berhadapan dan bergerak mendekat-menjauh (Opposed-Piston, Opposed-Cylinder).

Untuk melihat animasinya, klik di sini.

Lalu apa keunggulan OPOC Engine dibandingkan dengan mesin 2-tak biasa? OPOC Engine bisa dikatakan lebih irit bahan bakar karena bila dibandingkan dengan mesin biasa (dengan kapasitas mesin yang sama), ruang silinder yang terpakai untuk proses pembakaran hanya setengah dari mesin biasa tetapi dapat menghasilkan daya yang sama dengan bahan bakar yang lebih sedikit. Lebih sederhananya adalah begini: kerja yang dilakukan seperti mesin biasa satu silinder, tetapi daya yang dihasilkan bisa dua kali lipatnya. OPOC Engine juga lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan mesin 2-tak biasa. Komponen yang dibutuhkan dalam OPOC Engine juga tidak banyak, sehingga lebih mudah dirawat.

Kelemahan OPOC Engine adalah konstruksinya yang membutuhkan ruang yang lebar. Untuk pengaplikasian pada mobil, sepertinya OPOC Engine tidak akan menimbulkan banyak masalah. Namun, untuk pengaplikasian pada sepeda motor akan cukup sulit, mengingat mesin motor biasanya terletak di bawah sehingga akan sulit ketika motor berbelok dengan kecepatan tinggi (khawatir mesinnya menggesek aspal).

Sebuah perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, EcoMotors, sedang melakukan riset untuk mengembangkan OPOC Engine agar dapat diproduksi massal.

Kabarnya, milyuner sekaligus penemu Microsoft, Bill Gates menjadi investor utama dan sudah menginventasikan sebagian kekayaannya untuk membantu EcoMotors dalam mengembangkan OPOC Engine. Sekarang kita tinggal menunggu saja, apakah OPOC Engine benar-benar akan menjadi mesin 2-tak masa depan?

Sumber: 1, 2, 3, 4, 5.

Advertisements

2 thoughts on “OPOC Engine: Mesin 2-tak Masa Depan?

  1. widih karek apal beh aya enjin jiga kieu. mantap. mun keur bongkar head rieut kitu, terus conrod nu upper piston kumaha nya konstruksina?? lieur all.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s